Pengembangan Media Animasi Untuk Meningkatkan Efektifitas Pelatihan

Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara saat ini telah menghasilkan animasi bidang reproduksi (inseminasi buatan, sinkronisasi birahi)  dan  bidang kesmavet  (juru sembelih halal), sebagai inovasi pengembangan rancang bangun diklat.

Dalam suatu pelatihan terdapat hubungan yang saling berkesinambungan antara materi, media dan metode pembelajaran. Ketiga hal ini perlunya dimaksimalkan dalam mendukung keberhasilan dalam pelatihan.Pengajaran dalam suatu pelatihan memerlukan media instruksional baik yang berupa media cetak maupunnon cetak, terutama media elektronik,misalnya: komputer internet, satelitkomunikasi, rekaman video dansebagainya. Itulahsebabnya, widyaiswara/instruktur harus mampumengatasi hal tersebut dengan seefektifmungkin, agar hasil belajar peserta pelatihansesuai dengan harapan dan tuntutanperkembangan masa yang akan datang.

Dalampengertian teknologi pendidikan,media atau bahan sebagai sumberbelajar merupakan komponen darisistem instruksional di samping pesan,orang, teknik latar dan peralatan.Pengertian media ini masih seringdikacaukan dengan peralatan. Mediaatau bahan adalah perangkat lunak(software) yang berisi pesan atauinformasi pendidikan/pelatihan yang biasanya disajikan dengan menggunakanperalatan. Peralatan atau perangkatkeras (hardware) merupakan saranauntuk dapat menampilkan pesan yangterkandung pada media tersebut.

 

Pelatihan  harus mampu menghasilkan  purnawidyayang cakap dalam bidangnya dan  berhasil dalam menumbuhkan kemampuan berfikir logis, berfikir kritis, kreatif, inisiatif dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat. Perbedaan gaya belajar, minat, intelegensi, keterbatasan daya indera,cacat tubuh atau hambatan jarak geografis, jarak, waktu dan lain-lain dapat diatasi dengan memanfaatkan media pendidikan.

Penggunaan mediaaudiovisual sebagai alat belajar sangatmenguntungkan karena telah tersediaberbagai jenis software dan hardwareyang memudahkan kita untukmengintegrasi komputer denganperalatan elektronik lain seperti video,kamera, instrumen laboratorium dan sarana praktek lainnya.

Penggunaan media dalampelatihan  diharapkan akan dapatmeningkatan efisiensi dan efektivitaspembelajaran, akan tetapi untukmendapatkan hasil yang memuaskandibutuhkan inovator yang terampil danberpengalaman. Penghadiran gambar- gambaryang bergerak (animasi) dalampendeskripsian materi pelatihan, disamping akan mengkonkritkan materi yang bersifat abstrak, juga dapatmenambah daya penguatan(reinforcement) serta dapat menambahminat dan perhatian peserta pelatihan sepanjang proses belajar mengajar.

Di samping itu, pemakaian mediapembelajaran visual dapatmembangkitkan keinginan dan minatyang baru, membangkitkan motivasi,dan rangsangan belajarKenyataannya dilapangan, masih ditemui bahwamateri pelatihan bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner masih dianggap sebagaimateri yang sulit dan abstrak.

Tujuan dibuatnya animasi untuk program pelatihan untuk :

  • Untuk meningkatkan efektifitas dalam pelatihan dengan memberikan pemahaman di awal pelatihan.
  • Untuk meningkatkan  motivasi belajarbagi peserta pelatihan.
  • Peserta pelatihan mendapatkan gambaran “nyata” dari materi yang tidak dapat dilihat secara nyata.  Sebagai contoh, dalam materi Pelatihan Inseminasi Buatan peserta mendapat gambaran keadaan alat reproduksi sapi betina, proses inseminasi buatan. Dan dalam materi Pelatihan Juru Sembelih Halal, peserta mendapatkan gambaran penampang pemotongan dan letak saluran yang harus dipotong.
  • Dapat digunakan sebagai materi/modul dalam pembelajaran E-Learning.

 

Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Dengan melihat kriteria pemilihan media di atas, widyaiswara tertarik untuk menggunakan media animasi komputer dalam kegiatan proses belajar mengajar di kelas.

Media animasi  diharapkan mempengaruhi hasil belajar peserta dalam suatu pelatihan. Hal tersebutterjadi karena media animasikomputer dapat membuat peserta pelatihanmenjadi tertarik dan semakinfokus dalam mengikuti prosesbelajar mengajar. Pemahaman teori akan lebih baik dan mempunyai kesiapan dalam praktek di kandang/laboratorium/ RPH dan di lapangan. Sehingga, peserta pelatihan memperoleh hasil belajar yanglebih baik. Dengan media animasi diharapkan dapat menghasilkan peserta pelatihan yang kompeten. Animasi inseminasi buatan dan juru sembelih halal bisa dilihat di web BBPKH Cinagara, dengan alamat web : bbpkhcinagara.bppsdmp.pertanian.go.id(wwp).

 

Oleh : Drh. Wisnu Wasisa Putra, MP

No Comments Yet.

Leave your comments