Pengembangan Tyto alba sebagai Predator Alami Tikus : Mengapa Diperlukan Rumah Burung Hantu (Rubuha) ?

Oleh : Drh. Wisnu Wasisa Putra, MP

Burung hantu pada umumnya bertempat tinggal pada gedung yang tinggi, di bawah jembatan atau pohon besar dan tinggi yang ada lubangnya atau ruangan yang tertutup. Pengembangan burung hantu sebagai predator alami tikus terbukti efektif dalam mengurangi populasi tikus sebagaimana dilakukan di desa Tlogoweru Kabupaten Demak.
Burung hantu jenis Tyto alba sebagai predator alami tentunya memerlukan tempat tinggal yang nyaman untuk istirahat dan bereproduksi. Dalam pengembangan Tyto alba sebagai predator alami tentunya mempelajari perilaku hewan (animal behavior). Dengan mempelajari animal behavior Tyto alba akan lebih mudah dalam pengembangan Tyto alba di suatu wilayah.
Burung Tyto alba dalam bertempat tinggal, hanya mau bertempat tinggal dalam satu kelompok keluarganya atau berumah satu. Sehingga dalam satu lubang atau rumah dihuni satu keluarga Tyto alba. Burung Tyto alba yang sudah besar berumur 7 sampai 9 bulan, akan berpasangan dan mencari rumah yang baru. Minimnya pohon besar di tengah sawah, menjadi pemikiran untuk membuat rumah tempat tinggal bagi Tyto alba. Hal ini yang menjadi pemikiran masyarakat desa Tlogoweru untuk membuat rumah burung hantu (Rubuha). Penempatan Rubuha dalam areal sawah idealnya satu Rubuha untuk satu hektar sawah atau disesuaikan kebutuhan dengan jarak 100 meter. Rubuha tersebut diperlukan untuk rumah tinggal burung hantu, tempat bertelur dan membesarkan anak, mengintai tikus dan menghindari dari penembak/pemburu Tyto alba.
Adanya Rubuha di suatu wilayah memerlukan komitmen dalam masyarakat dan perangkat pemerintah setempat dalam menjaga dan melestarikan Tyto alba. Penyuluhan bagi masyarakat setempat untuk melarang berburu/menembak, menangkap, mengambil telur, mengganggu dan memperjualbelikan Tyto alba dan bagian-bagiannya. Hal ini sebagaimana dilaksanakan di DesaTlogoweru Kecamatan Guntur Kabupaten Demak, dengan adanya Peraturan Desa No. 4 Tahun 2011 Tentang Burung Predator Tikus (Tyto alba). Sosialisasi peraturan seperti ini tentunya dilakukan terus menerus oleh masyarakat dan perangkat dengan salah satunya memberi papan peringatan di lokasi strategis.
Pengembangan-Tyto-alba-sebagai-Predator-Alami-Tikus

 

 

 

 

Gambar : Papan peringatan perlindungan Tyto alba

Model Rumah Burung Hantu

Rubuha dibuat dengan cor beton atau kayu. Pembuatan dengan cor beton mempunyai keuntungan lebih awet dan lebih kuat terhadap terpaan angin. Ukuran rumah burung hantu baik cor beton atau dari kayu dengan panjang 60 cm  lebar 40 cm dan tinggi 50 cm . Pada sisi luar diberikan teras/tempat bertengger selebar 20 cm. Pintu dibuat di sisi kiri dengan ukuran panjang 12 cm dan lebar 10 cm, dan pintu dibuat tidak sejajar dengan dasar kandang dan diberi tinggi 5 cm dari dasar kandang. Pada rubuha diberi sekat pada bagian tengahnya sejajar dengan lebar kandang, untuk menjaga telur untuk berkumpul pada satu tempat.

Rubuha dari bahan kayu ukurannya sama dengan rubuha dari cor beton dan tiang penahannya dari kayu atau bambu. Penempatan rubuha di pematang sawah dengan tinggi 3,5 sampai 4 meter dari dasar.

Pengembangan-Tyto-alba-sebagai-Predator-Alami-Tikus--1

 

 

 

Gambar Rubuha dari cor beton dan kayu

 

Penempatan Tyto alba pada Rubuha

            Burung Tyto alba yang ditempatkan di Rubuha sebaiknya usia 4 sampai 5 bulan yang sudah siap terbang dan bisa mencari makan sendiri. Penempatan Tyto alba yang dewasa pada Rubuha, biasanya hewan tidak akan kembali ke Rubuha dan akan kembali ke tempat asal atau mencari tempat tinggal yang lain.

Pengembangan-Tyto-alba-sebagai-Predator-Alami-Tikus-2

 

 

 

 

 

Gambar Penempatan Tyto alba usia 4 bulan di Rubuha

Burung Tyto alba usia 4 sampai 5 bulan ini dapat kita dapatkan dari karantina Tyto alba yang mempersiapakan untuk pengembangan Tyto alba di tempat lain. Di karantina Tyto alba, burung diberikan pengajaran untuk menangkap tikus dan cara terbang. Penempatan Tyto alba usia 4 sampai 5 bulan dalam kandang rubuha, dengan cara ditempatkan pada rubuha selama 1-2 minggu dengan pintu tertutup dan diberikan makan setiap harinya. Setelah 2 minggu, pintu kandang dibuka dan berharap Tyto alba dapat mengenali rumahnya. Dengan adanya rubuha ini akan dapat menyediakan tempat tinggal yang nyaman bagi Tyto alba dan mengembangkan Tyto alba di suatu lokasi wilayah.

No Comments Yet.

Leave your comments