Waspada virus Zika

Para Peneliti di World Healt Organization (WHO) baru-baru ini mengeluarkan peringatan untuk orang-orang yang tinggal di negara beriklim tropis, dan terutama wanita hamil akan adanya bahaya virus baru yang dulu hanya muncul di hutan subtropis di Afrika, yaitu Virus Zika. Otoritas kesehatan masyarakat di Amerika Serikat juga menganggap virus ini sebagai ancaman kesehatan baru (1).

Virus Zika (ZKV) termasuk dalam famili flaviviridae dan genus flavivirus, dimana virus Dengue (Penyebab penyakit DBD), virus Chikungunya dan Japanese Encephalitis Virus (JEV) termasuk ke dalamnya. Kombinasi ketiga virus tersebut diketahui mampu menginfeksi jutaan orang tiap tahunnya (2). Infeksi virus Zika terutama melalui gigitan nyamuk Aedes sp. Gejala utama virus Zika adalah demam, kemerahan pada kulit, nyeri persendian dan konjuctivitis. Gejala umum lainnya termasuk nyeri otot dan sakit kepala. Sementara itu, baru-baru ini diketahui jika virus Zika menyebabkan cacat pada bayi yang baru lahir berupa microcephaly (pengecilan ukuran kepala dan perkembangan otak yang tidak sempurna) (3).

Waspada-virus-Zika1

Sumber: vox.com

Virus Zika pertama kali diisolasi dari kera di Uganda, dan kasus pertama infeksi pada manusia terjadi di Nigeria tahun 1954. Sejak saat itu wabah signifikan terjadi di Kepulauan Yap, Micronesia, French Polynesia dan New Caledonia dengan lebih dari 8000 kasus (4). Pada awal tahun 2016, lebih dari satu juta orang diduga terinfeksi virus Zika di Brasil dengan 4000 bayi yang dilahirkan mengalami microcephaly (pengecilan tengkorak kepala dan juga penciutan otak), yang membuat wabah Zika menjadi yang terbesar di Brazil. Hal ini menjadi kekhawatiran sendiri karena pada Agustus 2016 Brazil akan menjadi tuan rumah Olimpiade.

Kasus terbaru juga dilaporkan terjadi di 20 negara lain termasuk Kolombia, El Salvador, Haiti, Honduras, Meksiko, Venezuela dan Puerto Rico, dan otoritas Centre of Disease Control (CDC) mengatakan daftar ini akan terus bertambah (5)

Waspada-virus-Zika2

Kasus pertama virus Zika yang terjadi di Amerika Serikat dilaporkan di Hawaii dimana terlahir bayi dengan kondisi microcephaly. Diduga bayi ini tertular virus Zika ketika ibunya mengalami kehamilan di Brazil tahun lalu. Sementara itu pada hari jumat lalu terdapat 3 orang yang positif tertular virus ini di Florida dan Illinois (1). Untuk mengurangi penyebaran virus Zika, Badan kesehatan AS, Kanada dan Uni Eropa telah mengeluarkan peringatan kepada perempuan hamil untuk menghindari perjalanan ke Brasil dan negara lain di Amerika yang ditemukan kasus penyebaran virus Zika (6).

Mengingat tingginya angka kehamilan dan juga penyebaran virus ini melalui gigitan nyamuk Aedes, maka Indonesia perlu mewaspadai penyebaran virus Zika ini. Penularan virus ini dapat terjadi dengan cepat dari manusia ke manusia dengan nyamuk sebagai media penyebarannya, sebagaimana kasus demam berdarah. Mengingat luasnya wilayah Indonesia dan juga kondisi iklim di Indonesia yang mendukung bagi berkembang biaknya nyamuk dan juga perpindahan orang dengan cepat dari satu negara ke negara lainnya, Indonesia memang sangat rawan menjadi wilayah penyebaran virus ini (7).

Sumber:

  1. http://www.theguardian.com/us-news/2016/jan/21/zika-virus-cdc-symptoms-mosquitos-united-states-pregnant-women-microcephaly [27012016]
  2. Wikan et al. Immunological evidence of Zika virus transmission in Thailand. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine.
  3. http://www.cdc.gov/zika/index.html [27012016]
  4. Roth et al. Concurrent outbreaks of dengue, chikungunya and Zika virus infections-an unprecedented epidemic wave of mosquito-borne viruses in the Pacific 2012–2014. Euro Surveill 2014; 19(41).
  5. http://www.vox.com/2016/1/20/10795562/zika-virus-cdc-mosquitoes-birth-defects [27012016]
  6. http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160124_dunia_zika_olimpiade

http://www.kompasiana.com/rrnoor/virus-zika-mengancam-dunia-indonesia-perlu-waspada_56a57eb9d89373f404d0aa04

No Comments Yet.

Leave your comments