DIKLAT TEKNIS PETERNAKAN BAGI FASILITATOR BP3K ANGKATAN I, II DAN II

DIKLAT TEKNIS PETERNAKAN BAGI FASILITATOR BP3K

Indonesia masih bergantung pada impor sapi karena populasi sapi di dalam negeri belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan di dalam negeri. Untuk menekan impor sapi, pada 2016 ini Kementerian Pertanian (Kementan) telah memiliki 2 program, yaitu membangun 50 Sentra Peternakan Rakyat (SPR) di seluruh Indonesia dan pengadaan 50.000 ekor sapi indukan. Kondisi ini terjadi karena masih terbatasnya tingkat penguasaan teknologi oleh peternak ditengah persaingan pasar yang semakin ketat serta rendahnya pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) Peternak dan Petugas dalam manajemen agribisnis sapi potong.

Dalam upaya mengantisipasi tantangan dan kondisi tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, menetapkan 4 (empat) program aksi, salah satunya diantaranya melalui pemantapan sistem pelatihan pertanian dengan fokus kepada peningkatan kapasitas dan kompetensi petugas/penyuluh pertanian melalui Pelatihan Teknis Bagi Fasilitator BP3K.

Oleh karena itu, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara – Bogor melaksanakan kegiatan Diklat Teknis Peternakan Bagi Fasilitator BP3K Angkatan I, II dan III. Pembukaan Diklat dibuka secara resmi hari Senin, 22 Februari 2016 oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara drh. Djajadi Gunawan, MPH, didampingi Kepala Bagian Umum dan Kepala Bagian Penyelenggaraan Pelatihan. yang mengikuti Diklat berjumlah 90 orang yang berasal dari beberapa wilayah propinsi di Indonesia

No Comments Yet.

Leave your comments