PENTINGNYA RUMAH POTONG UNGGAS DALAM PENCEGAHAN FLU BURUNG

Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, berada di garis depan melawan penyakit hewan menular yaitu avian influenza atau AI. Penyakit yang lebih dikenal sebagai flu burung ini dProject1isebabkan oleh virus H5N1 yangsecara umum lebih banyak ditemukan pada unggas. Sejak tahun 2003, penyakit ini telah menyebar dari burung-burung di Asia ke Timur Tengah, Eropa dan Afrika. Flu Burung adalah penyakit zoonosis, yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini dapat muncul dalam beberapa bentuk yang berbeda yaitu: Tanda-tanda klinis yang umum dan parah = Highly Pathogenic (HPAI), Tanda-tanda klinis pada pernafasan dan ringan = Low Pathogenic (LPAI) dan Tidak ada tanda-tanda klinis.

Salah satu penyebaran virus flu burung adalah melalui Rumah Potong Unggas (RPU). Pentingnya RPU dalam penyediaan daging tersebut harus memenuhi persyaratan aman dan layak untuk dikonsumsi. Konsep penyediaan daging di Indonesia harus memenuni persyaratan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Penularan flu burung dapat terjadi melalui kontak langsung dari unggas terinfeksi melalui saluran pernapasan, konjungtiva, lendir dan feses; atau secara tidak langsung melalui debu, pakan, air minum, petugas, peralatan kandang, sepatu, baju dan kendaraan yang terkontaminasi virus AI serta ayam hidup yang terinfeksi. Unggas air seperti itik dan entog dapat bertindak sebagai carrier (pembawa virus) tanpa menujukkan gejala klinis.

Limbah pemotongan berupa isi perut, darah, afkiran daging atau lemak, bulu ayam, dan air cuciannya dapat bertindak sebagai media pertumbuhan dan perkembangan mikroba. Fungsi RPU sebagai tempat pemeriksaan kesehatan unggas sebelum dipotong (ante mortem) dan pemeriksaan kesehatan daging unggas setelah di potong (post mortem) untuk mencegah penularan penyakit unggas kepada manusia (penyakit zoonosis, termasuk penyakit flu burung).

Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara - Bogor beperan sebagai tempat pelatihan di bidang kesehatan hewan salah satunya program kerjasama “Indonesia-Netherladns on Food Security in Livestock Component” khususnya untuk Pilot Project perbaikan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) di Indonesia. Pelatihan “Pre-Requisite Programme For Poultry Abatoir Supervisors and Districts Officers” kerjasama Kementerian Pertanian Melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, C.q Direktur Masyarakat Veteriner dan BBPKH Cinagara dengan Pemerintah Belanda. Peserta pelatihan tersebut adalah Dinas yang membidangi fungsi Kesehatan Hewan di Wilayah RPHU pilot terpilih, beserta petugas penangung jawab atau manajer RPHU pilot. Jumlah peserta 27 Orang, yang di laksanakan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan hewan (BBPKH) Cinagara – Bogor pada Senin, 18 April s.d Rabu 20April 2016., dalam upaya pemerintah mencegah penyebaran flu burung melalui Rumah Potong Unggas.

 

No Comments Yet.

Leave your comments