Peran Kelompok Wanita Tani Dalam Pembangunan Pertanian

IMG_5158 - Copy

Diklat Kewirausahaan Agribisnis Angkatan 5 (lima) fokus pada Pengolahan Hasil Peternakan Bagi Wanita Tani, peran wanita dalam mensukseskan program nawacita pemerintah republik indonesia. Keterlibatan wanita dalam pembangunan pertanian sudah banyak dilakukan baik melibatkan Pemerintah dalam negeri maupun pihak luar negeri.  Salah satu kunci keberhasilan penumbuhan kelembagaan kelompok tani wanita adalah kemampuannya untuk memberikan dampak positif pada kehidupan sosial anggotanya dan manfaat lanjutan bagi komunitas desa.  Strategi berbasis kolektif seperti membentuk koperasi dan usaha kecil  yang targetnya adalah perempuan dapat digunakan dalam membangun kelembagaan wanita dalam pembanguan pertanian.

Sehubungan dengan hal tersebut Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Bogor menyelengarakan Diklat Kewirausahaan Agribisnis Angkatan 5 (lima) bagi Kelompok Wanita Tani, untuk peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan para kelompok wanita tani. Diklat dibuka secara resmi hari Senin, 30 Mei 2016 oleh Kepala Balai drh. Djajadi Gunawan, MPH didampingi Kepala Bagian Penyelengara Pelatihan, Kepala Seksi Pelatihan Aparatu dan Non Aparatur. Jumlah Peserta 30 orang berasal dari berbagai Provinsi di seluruh Indonesia. Diklat dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari dari tanggal 29 Mei  s.d 04 Juni 2016.

Dengan dilakasanakannya Diklat Kewirausahaan Agribisnis Angkatan 5 (lima) bagi Kelompok Wanita Tani diharapkan dapat memberi banyak manfaat bagi kemajuan KWT dengan fokus pada pengolahan hasil ternak yang nantinya ilmu  yang telah didapat bisa di kembangkan kelompoknya masing – masing.

No Comments Yet.

Leave your comments