KONSEP PSIKOLOGI PENDIDIKAN BAGI WIDYAISWARA

wi ngajar psikologPsikologi pendidikan adalah cabang dari ilmu psikologi yang mengkhususkan pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Psikologi pendidikan merupakan sumbangsih dari ilmu pengetahuan psikologi terhadap dunia pendidikan dalam kegiatan pendidikan pembelajaran, pengembangan kurikulum, proses belajar mengajar, sistem evaluasi, dan layanan konseling. Serta beberapa kegiatan utama dalam pendidikan terhadap peserta didik, pendidik, orang tua, masyarakat dan pemerintah agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara sempurna dan tepat guna (Wikipedia).
Psikologi Pendidikan menjadi penopang keberhasilan pendidikan dalam pelaksanaan pendidikan di sebuah lembaga pendidikan. Salah satunya di badan diklat yang merupakan institusi terdepan dalam mewujudkan peserta diklat yang profesional dan bermoral melalui pelatihan dan pendidikan.
Dalam proses belajar mengajar di badan diklat pemerintah Widyaiswara memegang peran penting dalam mencapai tujuan diklat atau pelatihan. Selama proses pembelajaran berlangsung Widyaiswara harus bisa mengarahkan peserta menjadi pribadi yang professional dan bermoral. Dalam menyampaikan materi seorang Widyaiswara harus memahami konsep dasar Psikologi Pendidikan sehingga tidak asal berbicara di depan kelas untuk menyampaikan materi. Tapi harus bisa menyesuaikan proses belajar mengajar dengan perilaku belajar peserta belajar, suasana dan kondisi lingkungan. Supaya peserta belajar bisa terlibat aktif, senang, antusias dan bergairah dalam mengikuti proses pembelajaran.
Widyaiswara harus memahami proses perkembangan peserta didik yang notabene sangat beragam dari segi umur, kemampuan dan pengetahuan. Dalam hal ini Widyaiswara harus cerdik menentukan materi yang disampaikan dengan cara melihat profil peserta. Jika peserta diklat terdiri dari pemula sampai yang sudah mahir maka materi yang disampaikan dimulai dari konsep awal. Sehingga peserta pemula tidak kebingungan dengan materi yang akan disampaikan kemudian. Jika peserta sudah mahir dan terampil tinggal mengulang secara singkat materi yang akan disampaikan untuk me-refresh kembali materi atau berbagi pengalaman dari setiap peserta diklat mengenai materi yang disampaikan.
Widyaiswara harus memahami cara dan tahapan belajar. Pemahaman ini meliputi urgensi belajar, teori belajar, hubungan belajar dengan memori dan pengetahuan serta fase yang dilalui dalam peristiwa belajar. Hal lainnya yang perlu difahami adalah pendekatan belajar, kesulitan belajar dan cara mengatasinya.
Dalam proses belajar mengajar Widyaiswara harus mampu membangkitkan gairah dan minat belajar. Maka dari itu Widyaiswara harus memiliki pemahaman mengenai model, metode dan strategi mengajar yang sesuai dengan siatuasi dan kondisi peserta diklat. Sehingga dapat dengan mudah dalam menyampaikan materi pelajaran, melatih keterampilan dan menanamkan nilai-nilai moral.
Membangun kedekatan dan hubungan baik dengan peserta didik juga akan berpengaruh positif terhadap pelaksanaan diklat. Jika hal tersebut diatas bisa terwujud maka tujuan dari pembelajaran akan tercapai. Sehingga bisa mencetak peserta diklat yang profesional dan bermoral.

No Comments Yet.

Leave your comments