PELATIHAN INVESTIGASI WABAH (OUTBREAK INVESTIGATION) BAGI PETUGAS KESEHATAN HEWAN

Peningkatan munculnya wabah penyakit (HPAI, Anthrax , Rabies dan penyakit lainnya) di Indonesia baru-baru i_00c6414ni, membutuhkan peningkatan respon, manajemen wabah penyakit dan dilaporkan untuk digunakan sebagai acuan tindakan lebih lanjut.

 Direktorat  Jenderal  Peternakan  dan  Kesehatan  Hewan melalui Direktorat  Kesehatan  Hewan dengan dukungan FAO mengadakan  pelatihan investigasi wabah yang terintegrasi dalam melakukan manajemen wabah di tingkat pusat dan lapangan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Cinagara.  Pelatihan diselenggarakan pada tanggal 24 – 28 Oktober 2016 dan diikuti oleh 28 orang peserta pelatihan, yang  berasal dari UPTD Kesehatan Hewan (PUSKESWAN),   Bidang / Seksi Kesehatan Hewan Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten/ Kota, Balai Veteriner/Balai Besar Veteriner dan BBPKH Cinagara.  Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara diwakili oleh lima (5) widyaiswara Dokter Hewan, yaitu drh. Dwi Windiana, MSi, drh. Herris Kustingingsih, MSc, drh. Fera Aryanti, MSc, drh. Wisnu Jaka Dewa, MSc dan drh. Nafrina Lanniari.

Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan  keterampilan  dan  kapasitas petugas  kesehatan  hewan  dalam  melakukan  investigasi  wabah  kejadian  penyakit hewan.  Metode pembelajaran yang diterapkan adalah metode diskusi, praktek,  simulasi, penugasan, dan presentasi dengan pendekatan pembelajaran andragogi. Materi pelatihan terdiri atas sembilan (9) modul yaitu Peran, tanggungjawab dan rencana kontingensi, Investugasi awal, Persiapan kunjungan lapangan, Timeline, Pemetaan, Hipotesis, Penpenggalian-kasus-di-lapanganelusuran, Biosekuritu dan biosafety serta Pelaporan.  Pembelajaran klasikal selama tiga (3) hari diikuti praktek di lapangan berupa penelusuran kasus penyakit selama dua (2) hari.  Penelusuran kasus penyakit dilakukan di Desa Berekah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi dengan bimbingan dari Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.  .

Indikator keberhasilan pelatihan adalah peserta mampu mengidentifikasi peraturan, peran dan tanggungjawab dan logistik dalam manajemen wabah, melakukan proses dan persyaratan untuk perencanaan kontingensi, mampu melakukan investigasi lapangan, mampu menganalisa dan menyusun prioritas informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan disaat wabah, mampu menilai perkiraan logistik dan sumber daya manusia yang diperlukan untuk pengendalian wabah dan rantai persediaan yang ada serta mampu mengidentifikasi   dampak   sosial   dan   ekonomi   dari   keputusan   yang   diambil   dalam pengendalian wabah.

No Comments Yet.

Leave your comments