DIKLAT INSEMINASI BUATAN DALAM MENDUKUNG UPSUS SIWAB

webUntuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri, Kementerian Pertanian meluncurkan program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB). Pemerintah mengembangkan program Inseminasi Buatan (IB) dengan mengunakan pejantan unggul. Tingkat kelahiran sapi rakyat masih bekisar 30 - 40% per tahun, dengan IB tingkat kelahiran diharapkan mencapai 60 - 70%. Program IB masih memerlukan perhatian khusus dalam pengembangan di lapangan. Berbagai masalah timbul dalam pelaksanaan IB, seperti kesiapan peternak, ketersediaan ternak betina, keterampilan inseminator, manajemen (pengelolaan) semen beku serta recording yang kurang baik.

Salah satu penyebab dari melemahnya kegiatan IB ini adalah karena kurangnya tenaga Inseminator, serta beberapa Inseminator belum trampil. Dalam rangka meningkatkan SDM calon Inseminator dan mendukung program UPSUS SIWAB, maka Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) melaksanakan Diklat Inseminasi Buatan selama 21 hari, dari tanggal 28 Februari s.d 19 Maret 2017, diklat dibuka secara resmi Senin, 1 Maret 2017 oleh Kepala Bagian Umun drh. Sri Gatiyono, M.Sc mewakili Kepala Balai di dampingi Kepala Bidang Penyelengara Pelatihan dan Kepala Seksi Pelatihan Non Aparatur, dengan jumlah Peserta 31 orang dari beberpa Provinsi di Indonesia.

         Setelah mengikuti diklat peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan kemandirian dalam teknis IB dan melaksanakan tugasnya dengan efektif, efisien, dan berhasil dalam memperkecil S/C (service per conception) dan memperpendek calving interval serta mensukseskan program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB).

No Comments Yet.

Leave your comments