KOLOBORASI BBPKH CINAGARA DALAM MEMPERKUAT KAPASITAS TENAGA KESEHATAN MELALUI PENDEKATAN ONE HEALTH

KOLOBORASI BBPKH CINAGARA DALAM MEMPERKUAT KAPASITAS TENAGA

One Health adalah pendekatan sistem yang dikembangkan oleh multidisiplin ilmu
dan lintas sektor yang terintegrasi untuk mencapai kesehatan yang optimal pada manusia,
hewan, dan lingkungannya, dalam upaya pencegahan penyakit zoonosis. Penyakit
zoonosis berpotensi memunculkan penyakit-penyakit baru atau disebut dengan the disease
of tomorrow. Beberapa emerging infectious diseases yang kasusnya sudah masuk ke dalam
kategori emergency diantaranya: avian influenza (flu burung), rabies, anthrax, brucellosis,
leptospirosis, pes dan zika.
Melalui Indonesian One Health University Network ( INDOHUN) bekerja sama
dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat – Universitas Diponegoro dan Balai Besar
Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara menyelenggarkan Pelatihan Manajemen
Penyakit Zoonotik melalui Pendekatan One Health pada tanggal 11 – 15 September di
Semarang. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya dalam memperkuat
kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan zoonosis yang tertuang dalam Global
Health Security Agenda (GHSA).
Narasumber pelatihan berasal dari Kemenkes, Kementan, Kemenko PMK,
INDOHUN, UNDIP dan BBPKH Cinagara ( Dr. drh. Rudy Rawendra, MApp.Sc, drh. Euis
Nia Setiawati, MP dan drh. Dwi Windiana, MSi). Peserta adalah Tim yang terdiri atas unsur
Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi dan
Kabupaten, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Perguruan Tinggi (Universitas
Diponegoro). Selain menggunakan metode studi kasus yang terjadi di masyarakat, teknik
komunikasi efektif yang dipraktekkan kepada masyarakat dan sesama praktisi kesehatan,
pelatihan ini berbasis OH SMART ( One Health Systems Mapping and Analysis Resource
Toolkit ) yang terdiri atas enam langkah dimulai dari identifikasi jaringan, mencari informasi
melalui wawancara, pemetaan sistem, analisis sistem, identifikasi peluang dan
pengembangan rencana.
Pada akhir sesi pelatihan masing-masing kelompok mempresentasikan kasus
penyakit zoonosis yang dihadapi di masing-masing wilayahnya dengan menerapkan
keenam langkah OH melalui alat bantu tabel identifikasi, pemetaan lintas sektoral, tabel
resolusi dan rencana aksi. Presentasi kelompok menghadirkan pemangku kepentingan
asal instansi masing-masing peserta dilanjutkan dengan penetapan komitmen terhadap
tabel resolusi dan rencana aksi yang telah disusun.

No Comments Yet.

Leave your comments