KERJASAMA DUA BALAI BESAR DALAM MEWUJUDKAN KEAMANAN KESEHATAN NASIONAL MELALUI KOLOBORASI PENYELENGGARAAN PELATIHAN EPIDEMIOLOGI TERAPAN

webKompleksitas masalah kesehatan yang muncul dan menjadi tantangan Indonesia antara lain perubahan iklim global yang mengakibatkan perubahan pola penyakit, jumlah tenaga epidemiologi masih kurang, penanganan penyakit belum integrasi, pelatihan kesehatan belum terstruktur , kerugian ekonomi akibat penyakit menular berbahaya , maupun zoonosis yang tinggi merupakan titik awal perlunya koloborasi antara Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara.
Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto yang merupakan UPT dibawah kementerian Kesehatan memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta pengembangan sumber daya manusia kesehatan dan masyarakat, sedangkan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara yang merupakan UPT dibawah Kementerian Pertanian memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan pelatihan bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.
Menjawab tantangan kompleksitas masalah kesehatan dan peran kedua balai besar dalam bidang kesehatan, serta tuntutan adanya perubahan pendekatan dalam menghadapi permasalahan, diperlukan pendekatan yang melibatkan lintas sektoral, multi disiplin ilmu dan mempertimbangkan aspek lingkungan. Mengawali jawaban tersebut, pada hari Jumat tanggal 29 September 2017, Tim BBPK Ciloto, yang dipimpin oweb 2leh Dr. Tri Nugroho selaku Kepala BBPK Ciloto melakukan kunjungan ke BBPKH Cinagara dan diterima oleh Kepala Balai BBPKH Cinagara, Dr. Rudy Rawendra beserta tim, yang terdiri dari Pejabat Eselon 3 dan 4 serta widyaiswara.
Inti pertemuan adalah menyamakan persepsi dan kompetensi dalam pengelolaan kesehatan terpadu (One Health) yang selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk Memorandum of Un derstanding (MoU). Bentuk kegiatan bersifat lintas sektoral, melibatkan aspek manusia, hewan dan lingkungan dan kegiatan dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan melakukan penyusunan kurikulum yang terstandar yang selanjutnya secara koloboratif menyelenggarakan berbagai pelatihan epidemiologi baik nasional maupun regional Asia Tenggara serta terlaksananya program pelatihan epidemiologi terapan yang sebanding, dengan FETP Dasar, Menengah dan Lanjutan.

No Comments Yet.

Leave your comments