BBPKH LATIH PETUGAS PETERNAKAN TENTANG GANGGUAN REPRODUKSI

Balai Besar Pelatihan Kesehtan Hewan (BBPKH) Cinagara – Bogor memberikan magang tentang gangguan reproduksi kepada petugas peternakan Dinas Pertanian, Pangan Dan Perikanan Kota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau.

“Gangguan reproduksi yang umum terjadi pada sapi diantaranya adalah retensio sekundinarium (ari-ari tidak keluar), distokia (kesulitan melahirkan), abortus (keguguran), dan kelahiran prematur/sebelum waktunya. Gangguan reproduksi tersebut menyebabkan kerugian ekonomi sangat besar bagi petani yang berdampak terhadap penurunan pendapatan peternak; umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah penyakit reproduksi, buruknya sistem pemeliharaan, tingkat kegagalan kebuntingan dan masih adanya pengulangan inseminasi, yang kemungkinan salah satu penyebabnya adalah adanya gangguan reproduksi,” kata Widyaiswara (Pelatih) BBPKH, Sri Teguh Waluyo, Jumat

D:\BBPKH-Cinagara\Tugas\Berita Website 2017\New folder\WhatsApp Image 2017-12-15 at 15.00.21 (1).jpeg

Ia mengatakan upaya peningkatan pelayanan kesehatan hewan juga sangat dibutuhkan untuk mendukung program yang sedang dikembangkan pemerintah saat ini yaitu Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting ( UPSUS SIWAB) sebab kesehatan hewan memiliki peran sangat besar dalam siklus reproduksi hewan.

“Keberhasilan reproduksi akan sangat mendukung peningkatan populasi sapi. Namun kondisi sapi di usaha peternakan rakyat, hingga saat ini sering dijumpai adanya kasus gangguan reproduksi yang ditandai dengan rendahnya fertilitas induk, akibatnya berupa penurunan angka kebuntingan dan jumlah kelahiran pedet, sehingga mempengaruhi penurunan populasi sapi dan pasokan penyediaan daging secara nasional,” katanya

D:\BBPKH-Cinagara\Tugas\Berita Website 2017\New folder\WhatsApp Image 2017-12-15 at 15.00.21 (2).jpeg Merurut peserta magang Dokter Hewan Onty Maltasari dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau, “magang dilaksanakan selama tiga hari dari rabu sampai dengan jumat sekarang, dengan materi yang diberikan antara lain fisiologi reproduksi, gangguan reproduksi karena penyakit, keturunan dan fungsional (hormonal) serta kebidanan pada hewan selain menerima teori kita praktek langsung di lapangan untuk mengetahui bagaimana cara menangulangi permasalahan gangguan reproduksi pada ternak,”

Magang ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan dalam mediteksi penanganan gangguan reproduksi dan setelah magang ini di aplikasikan dilapangan khusunya di Kepulauan Riau untuk dapat membantu meningkatkan produksi ternak bagi petani dalam penanganan penyakit reproduksi dan mensukseskan program Kementerian Pertanian swasembda daging sapi pada tahun 2026, kata onty.

No Comments Yet.

Leave your comments