BBPKH Latih Petugas Inseminator

BBPKH Latih Petugas Inseminator

D:\BBPKH-Cinagara\Tugas\Berita Website 2018\IB\_00C7638.JPG Untuk mensukseskan program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB), Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) melaksanakan Pelatihan Inseminasi Buatan (IB) untuk meningkatkan kompetensi petugas Iseminator selama 21 hari.

“Secara teknis program IB atau kawin suntik dengan menggunakan pejantan unggul dapat meningkatkan kelahiran, meningkatkan bobot lahir, meningkatkan mutu genetik dan meningkatkan produk baik daging maupun susu, namun demikian rata-rata tingkat kelahiran sapi rakyat masih bekisar 30 - 40% per tahun, dengan IB tingkat kelahiran diharapkan 60 - 70%. Sekalipun program IB sudah berlangsung 31 tahun, akan tetapi belum dapat menunjukkan keberhasilan IB secara signifikan terutama pada sapi potong,” menurut Kepala Bagian Umum, BBPKH, Indra Hertatianto, Rabu (07/01/2017).

D:\BBPKH-Cinagara\Tugas\Berita Website 2018\IB\_00C7631.JPG Dalam pelaksanaan IB, seperti kesiapan peternak, ketersediaan ternak betina, keterampilan inseminator, manajemen (pengelolaan) semen beku serta recording yang kurang jelas. Masalah ini sebenarnya merupakan faktor kunci keberhasilan. Oleh karena BBPKH mengadakan pelatihan untuk melatih keterampilan petugas inseminator untuk medukung program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB), menurut Indra.

Penyelenggaraan Pelatihan Inseminasi Buatan (IB) Bagi Petugas Calon Inseminator dilaksanakan selama 21 hari dari tanggal 4 sampai dengan 24 Februari 2018 dengan jumlah peserta 30 orang berasal dari Provinsi Bengkulu 8 orang, Provinsi Jambi 3 orang, Provinsi Sumatera Selatan 5 orang, Provinsi Gorontalo 2 orang, Provinsi Jawa Barat 10 orang dan Provinsi Banten 2 orang.

Setelah mengikuti diklat peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan kemandirian dalam teknis IB dan melaksanakan tugasnya dengan efektif, efisien, dan berhasil dalam memperkecil S/C (service per conception) dan memperpendek calving interval serta mensukseskan swasembada daging di Indonesia, kata Indra.

No Comments Yet.

Leave your comments