Waktu yang Tepat untuk Mengawinkan Sapi

Waktu yang Tepat untuk Mengawinkan Sapi

Oleh : drh. Ristaqul H Belgania (Divisi Reproduksi BBPKH Cinagara)

Dewasa ini, manusia memegang peranan dalam mengatur perkawinan sapi, baik secara kawin alam maupun dengan Inseminasi Buatan (IB). Ketepatan waktu mengawinkan sapi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan kebuntingan. Waktu yang tepat untuk mengawinkan sapi betina adalah ketika sapi tersebut birahi. Birahi adalah suatu keadaan dimana sapi betina mau menerima pejantan untuk melakukan perkawinan, tidak seperti primata tingkat tinggi seperti manusia, sapi betina hanya mau menerima pejantan untuk perkawinan hanya ketika birahi saja yang kemudian diikuti dengan terjadinya ovulasi. Sapi pejantan yang normal akan siap melakukan perkawinan kapan saja jika ada betina/induk yang birahi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1 Inseminasi Buatan pada Sapi

Ketepatan deteksi birahi oleh peternak sangat menentukan keberhasilan perkawinan sapi, karena berhubungan dengan ketepatan waktu menginseminasi.Panjang siklus birahi sapi 20-21 hari, rataan lama birahi pada sapi dewasa 17,8 jam dengan kisaran 2,5-28 jam, sedangkan bagi sapi dara adalah 15,3 jam. Rataan sapi potong dan perah di daerah tropis lebih pendek 13-15 jam dibanding sub tropis. Pada umumnya sapi memperlihatkan gejala birahi pada malam dan pagi hari.

Periode estrus merupakan masa keinginan kawin yang ditandai manifestasi birahi dengan perubahan secara fisik dan tingkah laku. Sapi menjadi gelisah, sering melenguh, nafsu makan berkurang bahkan bisa hilang sama sekali. Perubahan fisik berupa vulva tampak semakin membengkak, berwarna merah tua, terlihat jelas pengeluaran lendir yang jernih seperti putih telur. Selama periode ini folikel terus berkembang dengan cepat. Gejala fisik yang jelas tampak bila diraba terasa hangat (3 A dalam bahasa Jawa: abang, abuh, anget, atau 3 B dalam bahasa Sunda: beureum, bareuh, baseuh)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2 Vulva Bengkak dan merah

Sapi betina yang sedang berada di periode estrus ini apabila dikumpulkan dengan sesama betina akan diam bila dinaiki (standing heat). Gejala ini adalah yang terpenting dibandingkan gejala lainnya. Ekor biasanya diangkat dan lendir transparan menggantung di vulva atau terdapat di pantat atau ekor.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3 Keluar Lendir Jernih dari Vagina

Waktu pengamatan birahi yang baik ketika pagi, siang atau sore hari ketika sapi beristirahat, sedangkan waktu mengawinkan yang ideal adalah saat puncak birahi, sekitar 12 jam setelah tanda birahi awal teramati, artinya jika dipagi hari teramati tanda birahi maka sapi dikawinkan pada sore hari, dan bila teramati birahi pada sore hari maka dikawinkan besok paginya sebelum jam 12. Banyak studi telah melaporkan bahwa angka kebuntingan terbaik diperoleh apabila IB dilakukan pada waktu pertengahan estrus hingga akhir estrus. Pada sapi yang menunjukkan estrus pagi hari dilakukan IB pada sore hari berikutnya dan sebaliknya, sapi yang menunjukkan estrus sore hari, dilakukan IB pagi hari berikutnya. (RHB)

 

Refrensi :

Fenton FR, Martinez ND.1980. The Optimum Time for Artificial Insemination of Cows In Two Climatic Zones Of Venezula.TropAnim Prod(5)3 : 257-260

Hafez ESE. 2000. Reproduction in Farm Animals. 7 th ed. Lippincott William & Wilkins. A Wolter Kluwer Company. Pp 55-63

Hardijanto, Suherni S, Tatik H, Trilas S, Tri WS. 2010. Buku Ajar Inseminasi Buatan. Airlangga University Press. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.

Inchaisri C, Jorritsma R, Vernooij JC, Vos PL, van der Weijden GC, Hogeveen H. 2011. Cow effects and estimation of success of first and following inseminations in Dutch dairy cows. Reprod Domest Anim46(6) : 1043-1049.

Ismudiono, P. Srianto, H. Anwar, S.P. Madyawati, A. Samik, E. Safitri. 2010. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Edisi I. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya.

Nebel RL, Walker WL, Mcgilliard M L, Allen CH, Heckman GS. 1994. Timing of artificial insemination of dairy cows Fixed time once daily versus morning and afternoon. J Dairy Science77(10) : 3185-3191

Pemayun, TGO., Trilaksana, IGNB., Budiasa,MK. 2014. Waktu Inseminasi Buatan yang Tepat Pada Sapi Bali dan Kadar Progesteron Pada Sapi Bunting. J Veteriner 15 (3) :425-430

 

 

No Comments Yet.

Leave your comments