Digelar Hybrid, Sosialisasi Hewan Kurban BBPKH Cinagara Sedot Perhatian Ratusan Peserta
Bogor — Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara sukses menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Hewan Kurban Edisi Khusus Vetstival 2026” pada Selasa (26/5/2026). Kegiatan yang digelar secara hybrid ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dengan total peserta mencapai 480 orang, terdiri atas 80 peserta yang hadir secara langsung dan sekitar 400 peserta mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Peserta yang hadir secara langsung berasal dari berbagai kalangan, mulai dari praktisi penyembelih hewan kurban, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di wilayah sekitar, hingga mahasiswa yang memiliki perhatian terhadap kesehatan hewan dan keamanan pangan asal hewan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Vetstival 2026 sekaligus momentum Hari Jadi ke-44 BBPKH Cinagara dalam memperkuat edukasi masyarakat terkait tata kelola hewan kurban yang baik, aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen BBPKH Cinagara dalam meningkatkan kapasitas SDM dan literasi masyarakat di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, khususnya menjelang Idul Adha.

“Idul Adha menjadi momentum penting untuk memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai kaidah kesejahteraan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, dan prinsip ASUH. Melalui kegiatan ini, BBPKH Cinagara ingin memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang baik agar pelaksanaan kurban berjalan aman, sehat, dan memberikan ketenteraman bagi masyarakat,” ujar Inneke.
Ia menambahkan bahwa edukasi seperti ini sangat penting mengingat tingginya mobilitas dan aktivitas penyembelihan hewan kurban yang terjadi secara serentak di berbagai daerah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan asal hewan dan kesehatan hewan menjelang Iduladha. Menurutnya, edukasi dan peningkatan kompetensi SDM menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas pangan hewani nasional.

“Keamanan pangan dan kesehatan hewan merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, edukasi kepada masyarakat dan para pelaku penyembelihan harus terus diperkuat,” tegas Mentan Amran..
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa peran UPT pelatihan seperti BBPKH Cinagara sangat strategis dalam menghadirkan edukasi yang aplikatif dan berdampak langsung kepada masyarakat.

“Penguatan kapasitas SDM di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner harus terus dilakukan secara adaptif dan kolaboratif. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata hadirnya pelatihan yang menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Santi.
Muhammad Bayu Aji selaku Asesor Juru Sembelih Halal BBPKH Cinagara, dalam paparannya menegaskan pentingnya penerapan kesejahteraan hewan dalam penanganan hewan kurban.

“Penanganan hewan kurban yang baik dan benar harus mengedepankan prinsip kesejahteraan hewan. Hewan harus diperlakukan dengan tenang, tidak disakiti, tidak diperlakukan kasar, serta dipastikan dalam kondisi nyaman sebelum proses penyembelihan. Selain menjadi bagian dari etika dan syariat, hal ini juga berpengaruh terhadap kualitas daging yang dihasilkan,” jelas Bayu.

Hal senada disampaikan oleh Heris Kustiningsih, Widyaiswara BBPKH Cinagara, yang juga menyampaikan bahwa keamanan pangan asal hewan sangat dipengaruhi oleh proses penanganan hewan kurban yang dilakukan secara benar sejak sebelum penyembelihan hingga distribusi daging kepada masyarakat.
“Penanganan hewan kurban yang baik akan menghasilkan daging dengan kualitas yang lebih baik, higienis, dan aman dikonsumsi. Mulai dari kondisi hewan, proses penyembelihan, kebersihan peralatan, hingga penanganan daging pasca sembelih harus diperhatikan untuk mencegah kontaminasi dan menjaga mutu produk pangan asal hewan,” ujar Heris.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk berkonsultasi langsung terkait penanganan hewan kurban dan pengelolaan daging yang baik. Antusiasme peserta terlihat tinggi baik dari peserta luring maupun daring hingga kegiatan berakhir.
Melalui Vetstival 2026 dan semangat Hari Jadi ke-44 BBPKH Cinagara dengan tagline “Mengabdi Sepenuh Hati”, BBPKH Cinagara terus berkomitmen menjadi pusat penguatan kompetensi SDM pertanian, khususnya di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, guna mendukung terciptanya pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal bagi masyarakat Indonesia.