Percepatan Tanam dan Operasionalisasi Alsintan Jadi Fokus Monitoring Brigade Pangan di Bengkulu
Rejang Lebong – Dalam rangka mendukung percepatan tanam dan optimalisasi program swasembada pangan nasional, Kepala BBPKH Cinagara dr. Inneke Kusumawaty, S.Pt., M.P. selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi kinerja Brigade Pangan di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada Selasa, (19/05/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kegiatan operasionalisasi alat dan mesin pertanian (alsintan) di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) berjalan optimal, sekaligus mengevaluasi kinerja Brigade Pangan dalam mendukung percepatan tanam di wilayah tersebut. Monitoring dilakukan pada tiga Brigade Pangan, yaitu Brigade Pangan Mandiri, Cuhup Embun, dan Kutai Gelang.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan dan pemanfaatan sarana prasarana di lapangan, mulai dari kondisi saluran pengairan, kesiapan lahan, hingga progres penyelesaian konstruksi lahan CSR. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan program telah berjalan sesuai target dan siap mendukung percepatan tanam secara berkelanjutan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam dan optimalisasi lahan pertanian menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global.
“Kementerian Pertanian terus mendorong percepatan tanam dan optimalisasi pemanfaatan lahan agar produksi pangan nasional meningkat. Brigade Pangan harus menjadi ujung tombak dalam mengawal program di lapangan sehingga target swasembada pangan dapat tercapai,” ujar Menteri Pertanian.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian serta sinergi antarinstansi dalam mendukung keberhasilan program.
“Brigade Pangan tidak hanya berperan dalam percepatan tanam, tetapi juga menjadi penggerak pemberdayaan petani dan penguatan kelembagaan pertanian di daerah. Pendampingan yang konsisten dan pemanfaatan alsintan secara optimal menjadi faktor penting dalam keberhasilan program CSR,” ungkap Santi.
Kepala BBPKH Cinagara, dr. Inneke Kusumawaty, menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mengawal keberhasilan program Cetak Sawah Rakyat dan peningkatan produksi pangan di daerah.
“Brigade Pangan harus mampu menjadi penggerak di lapangan dalam memastikan pemanfaatan alsintan berjalan efektif, percepatan tanam dapat tercapai, serta seluruh sarana dan prasarana pendukung benar-benar siap digunakan oleh petani,” ujar Inneke.
Ia juga menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur pertanian menjadi faktor penting dalam keberhasilan program CSR.
“Kita ingin memastikan mulai dari saluran pengairan, kesiapan lahan, hingga proses konstruksi benar-benar selesai dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian, percepatan tanam dapat berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pangan,” tambahnya.
Selain pelaksanaan monitoring lapangan, kegiatan juga dilaksanakan di BRMP Bengkulu dan turut dihadiri oleh PJ Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu serta Dandrem, sebagai bentuk dukungan dan sinergi lintas sektor dalam memperkuat program ketahanan pangan di Provinsi Bengkulu.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan Brigade Pangan di Kabupaten Rejang Lebong semakin solid, responsif, dan mampu menjadi motor penggerak dalam mendukung percepatan tanam serta keberhasilan program Cetak Sawah Rakyat di Provinsi Bengkulu.