Dukung Swasembada Pangan, Kementan Tegaskan Peran Strategis UPT Pelatihan
BOGOR - Pembinaan pegawai merupakan aspek penting dalam mendukung penguatan kelembagaan dan organisasi, khususnya dalam memastikan tata kelola yang efektif, profesional, dan berorientasi pada kinerja. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu membangun budaya kerja yang disiplin, adaptif, serta selaras dengan arah kebijakan pembangunan pertanian nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) Tedy Dirhamsyah melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, dalam rangka pembinaan pegawai serta penguatan kinerja organisasi, Rabu, (28/01/2026).
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memberikan arahan strategis dan pembinaan langsung kepada seluruh pegawai, sekaligus memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi BBPKH Cinagara berjalan selaras dengan kebijakan serta program Pusat Pelatihan Pertanian di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Kegiatan dihadiri oleh jajaran manajemen BBPKH Cinagara, widyaiswara, serta seluruh pegawai.
Dalam arahannya, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Tedy Dirhamsyah, menekankan pentingnya peningkatan disiplin, integritas, dan profesionalisme aparatur dalam mendukung penyelenggaraan pelatihan kesehatan hewan yang berkualitas dan berdaya saing. Ia menegaskan bahwa BBPKH Cinagara memiliki peran yang sangat strategis sebagai satu-satunya balai besar pelatihan kesehatan hewan di Indonesia, sehingga dituntut untuk terus berinovasi dan menjaga mutu layanan pelatihan.
“Pembinaan pegawai bukan hanya terkait kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga bagaimana membangun budaya kerja yang kolaboratif, adaptif, serta berorientasi pada kinerja dan pelayanan publik,” ujar Tedy.
Selain pembinaan pegawai, kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan pelatihan, termasuk sistem penjaminan mutu pelatihan, pengelolaan sumber daya manusia, serta optimalisasi sarana dan prasarana pendukung.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan serta pembinaan langsung dari Kepala Pusat Pelatihan Pertanian. Menurutnya, kehadiran pimpinan pusat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pembinaan langsung dari Kepala Pusat Pelatihan Pertanian. Menurutnya, arahan tersebut menjadi penguat bagi BBPKH Cinagara dalam memperbaiki tata kelola organisasi dan meningkatkan kinerja kelembagaan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa BBPKH Cinagara memiliki peran strategis sebagai satu-satunya UPT di lingkup Puslatan BPPSDMP yang menangani kesehatan hewan, sehingga penguatan kapasitas widyaiswara dan dokter hewan menjadi prioritas utama. Penguatan SDM tersebut diperlukan untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan hewan sekaligus menopang program swasembada pangan asal hewan nasional.
“Melalui pembinaan ini, kami berharap kinerja BBPKH Cinagara semakin optimal dan profesional, dengan pengelolaan waktu dan sumber daya yang lebih efektif,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM pertanian, termasuk di bidang kesehatan hewan, merupakan kunci utama dalam mendukung pembangunan pertanian nasional dan ketahanan pangan. Menurutnya, pelatihan yang berkualitas akan melahirkan SDM yang kompeten, profesional, dan siap menjawab tantangan global.
“Pembangunan pertanian yang kuat harus ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu, balai-balai pelatihan, termasuk BBPKH Cinagara, memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kesehatan hewan yang andal untuk mendukung swasembada pangan asal hewan,” tegas Mentan.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pembinaan pegawai dan penguatan kelembagaan UPT merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BPPSDMP dalam meningkatkan kualitas layanan pelatihan. Ia menekankan pentingnya peran widyaiswara dan dokter hewan sebagai ujung tombak peningkatan kapasitas SDM pertanian.
“Dengan dukungan widyaiswara yang kompeten, dokter hewan profesional, serta seluruh unsur kepegawaian yang disiplin, BBPKH Cinagara diharapkan terus tumbuh dan berkembang menjadi rujukan pelatihan kesehatan hewan, baik nasional maupun internasional,” ujar Santi.
Dengan adanya kunjungan kerja dan pembinaan ini, BBPKH Cinagara diharapkan semakin mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia pertanian, khususnya di bidang kesehatan hewan, sejalan dengan kebijakan dan arah pembangunan pertanian nasional.