Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Gelar Bertani on Cloud Vol. 347, UPT Kmentan Pastikan Penyembelihan Hewan Qurban Sesuai Kaidah Islam dan Kesrawan

09/04/2026 00:00:00 Admin Satker 26

Bogor – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara kembali menghadirkan edukasi bagi masyarakat melalui program Bertani on Cloud (BoC) Volume 347 yang dilaksanakan pada Kamis, 9 April 2026. Mengusung tema “Penyembelihan Hewan Qurban dan Penerapan Kesejahteraan Hewan”, kegiatan ini diikuti oleh 840 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, yang terdiri dari petugas, panitia qurban, serta peternak.

Kegiatan ini bertujuan membekali para peserta agar pelaksanaan ibadah qurban berjalan sesuai prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH), sekaligus memenuhi standar kesejahteraan hewan (kesrawan).

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menjaga mutu dan keamanan produk pertanian, termasuk produk asal hewan.

“Edukasi dan peningkatan kompetensi pelaku di lapangan sangat penting untuk memastikan setiap proses produksi berjalan sesuai standar, sehingga menghasilkan produk yang aman, berkualitas, dan berdaya saing,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa kegiatan edukasi seperti Bertani on Cloud menjadi bagian penting dalam memperluas akses pengetahuan bagi masyarakat.

“BPPSDMP terus mendorong peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai metode pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi digital. Program seperti Bertani on Cloud menjadi sarana efektif dalam menjangkau lebih banyak pelaku usaha peternakan agar memahami standar kesejahteraan hewan dan praktik penyembelihan yang benar,” ujarnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi teknis bagi para pelaksana di lapangan, khususnya dalam penerapan kesejahteraan hewan.

“Penerapan kesejahteraan hewan bukan sekadar memenuhi ketentuan teknis, tetapi juga merupakan bagian dari etika dalam pelaksanaan ibadah qurban. Penanganan yang tepat akan menghasilkan daging yang berkualitas serta meminimalkan risiko kontaminasi akibat stres pada hewan,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber, Supratikno, yang memaparkan secara komprehensif tahapan penanganan hewan sebelum penyembelihan (pre-slaughter handling) hingga teknik penyembelihan yang sesuai standar kesejahteraan hewan.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa penanganan hewan yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hasil pemotongan.

“Perlakuan kasar harus dihindari karena dapat memicu stres pada hewan, yang berdampak langsung pada kualitas daging, seperti perubahan warna hingga penurunan daya simpan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penggunaan peralatan yang sesuai standar. Pisau yang sangat tajam menjadi faktor krusial untuk memastikan proses penyembelihan berlangsung cepat dan tepat, dengan memutus saluran pernapasan, saluran makanan, serta pembuluh darah utama secara sempurna.

Tidak kalah penting, aspek fasilitas penyembelihan juga menjadi perhatian, termasuk desain lokasi yang aman serta penggunaan alat penahan (restraining) yang tidak menyakiti hewan maupun membahayakan petugas.

Diskusi interaktif dalam kegiatan ini dipandu oleh Putry Surya Arum, A.Md., dari BBPKH Cinagara. Peserta mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube, dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala di lapangan, seperti teknik penanganan hewan qurban yang agresif tanpa kekerasan.

Melalui penyelenggaraan BoC Volume 347 ini, BBPKH Cinagara berharap seluruh lapisan masyarakat dapat menerapkan prinsip kesejahteraan hewan secara konsisten. Dengan demikian, pelaksanaan qurban tidak hanya memenuhi aspek religius, tetapi juga memenuhi standar teknis kesehatan masyarakat veteriner yang unggul.