Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Dorong Regenerasi Petani, BBPKH Cinagara Perkuat Kapasitas Pemuda Tani di Pandeglang Banten

05/06/2026 00:00:00 Admin Satker 27

Pandeglang – Upaya mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, produktif, dan berdaya saing terus dilakukan Kementerian Pertanian melalui berbagai program pengembangan kapasitas. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Teknis bagi Pemuda Tani yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara pada Kamis (4/06/2026) di Koperasi Berkah Tani Modern, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan penyelenggaraan pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional. Peserta pelatihan terdiri atas pemuda tani yang berasal dari kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) serta koperasi pertanian di wilayah Banten.

Kegiatan pelatihan turut dihadiri oleh Forum Komunikasi (FK) P4S Kabupaten Pandeglang, penyuluh pertanian kabupaten, serta perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Banten. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendukung pengembangan kapasitas pemuda tani dan kelembagaan pertanian di daerah.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menyampaikan bahwa regenerasi petani menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan pertanian di masa depan. Oleh karena itu, pemuda tani perlu dibekali tidak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berwirausaha, berorganisasi, dan mengembangkan kelembagaan usaha tani yang kuat.

“Keberhasilan suatu program maupun usaha pertanian sangat ditentukan oleh kemauan, keyakinan, dan semangat untuk terus produktif. Potensi yang dimiliki harus mampu dioptimalkan dengan melihat kekuatan dan peluang yang ada di sekitar kita. Pemuda tani harus menjadi motor penggerak pembangunan pertanian yang inovatif, adaptif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi usahanya,” ujar Inneke.

Dalam kesempatan tersebut, Inneke juga memperkenalkan tagline “Lahan Sempit Menghasilkan Duit” sebagai semangat yang ingin ditanamkan kepada para pemuda tani dalam mengembangkan usaha pertanian yang produktif dan berorientasi bisnis.

“Lahan Sempit Menghasilkan Duit bukan sekadar slogan, melainkan cara pandang yang harus dimiliki generasi muda pertanian saat ini. Keterbatasan luas lahan tidak boleh menjadi alasan untuk tidak berkembang. Justru dengan kreativitas, inovasi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan kelembagaan, lahan yang terbatas dapat menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi dan menjadi sumber kesejahteraan,” ujar Inneke.

Menurutnya, sektor pertanian masih menyimpan peluang yang sangat besar bagi generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan keberanian untuk mengubah pola pikir dari sekadar bertani untuk produksi menjadi bertani sebagai sebuah usaha yang mampu menciptakan keuntungan dan membuka lapangan kerja.

“Kami ingin membangun optimisme bahwa pertanian adalah sektor yang menjanjikan. Melalui semangat Lahan Sempit Menghasilkan Duit, pemuda tani didorong untuk mampu melihat peluang di setiap keterbatasan dan mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan juga menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus ditopang oleh SDM yang unggul dan memiliki jiwa kewirausahaan. Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi pertanian menuju sektor yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas generasi muda sebagai bagian dari upaya memperkuat regenerasi petani dan keberlanjutan pembangunan pertanian nasional.

Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir pemuda-pemuda tani yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam berusaha tani, tetapi juga mampu mengembangkan kelembagaan yang kuat, membangun jejaring usaha, serta menciptakan inovasi yang mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.