Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Perkuat Pembinaan P4S di Yogyakarta, Dorong Lembaga Pelatihan Swadaya Makin Mandiri dan Berdaya Saing

10/07/2026 00:00:00 Admin Satker 20

Sleman – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia pertanian. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan P4S yang dilaksanakan di P4S Rejo Farm Integrated Farming, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan dipimpin Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, bersama tim sebagai bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan P4S agar mampu menjadi pusat pembelajaran berbasis masyarakat yang profesional, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan sektor pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM pertanian merupakan fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemerintah terus mendorong lahirnya lembaga-lembaga pelatihan yang mampu mencetak petani dan pelaku agribisnis yang kompeten serta berorientasi pada pengembangan usaha.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan P4S memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam memperluas akses pembelajaran bagi petani melalui pendekatan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, tim BBPKH Cinagara melakukan pembinaan yang mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola, sarana dan prasarana pelatihan, penyelenggaraan pelatihan, hingga pengembangan jejaring usaha tani. Pembinaan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan P4S sekaligus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan pertanian di daerah.

Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty mengatakan pembinaan merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertanian untuk memastikan P4S terus berkembang sebagai pusat pembelajaran yang mampu menghasilkan SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing.

"P4S memiliki posisi strategis karena menghadirkan proses belajar yang dekat dengan praktik usaha di lapangan. Melalui pembinaan ini, kami ingin memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan, sekaligus memperluas jejaring kemitraan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh petani dan masyarakat," ujar Inneke.

Lebih lanjut Inneke mengungkapkan, P4S Rejo Farm Integrated Farming menjadi salah satu contoh pengembangan usaha pertanian yang sukses mengintegrasikan berbagai subsektor dalam satu ekosistem bisnis. 

“Unit usaha ini bergerak di berbagai bidang budidaya seperti perikanan, peternakan modern, pertanian organik, produksi pupuk organik, serta pengembangan agrowisata melalui wisata petik melon. Yang menjadikan, Rejo Farm sebagai lokasi praktik lapangan bagi siswa dan mahasiswa, tempat penelitian, serta penyelenggara kegiatan edukasi pertanian melalui program field trip yang diminati berbagai kalangan” ungkapnya.

Model usaha terintegrasi tersebut dinilai mampu menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena peserta tidak hanya memperoleh materi pelatihan, tetapi juga melihat secara langsung penerapan sistem budidaya, manajemen usaha, hingga pengelolaan agribisnis yang berorientasi pada efisiensi dan keberlanjutan.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Kementerian Pertanian berharap semakin banyak P4S yang berkembang menjadi pusat pelatihan berbasis masyarakat yang profesional, inovatif, dan mampu melahirkan pelaku utama maupun pelaku usaha pertanian yang tangguh. Penguatan P4S juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas SDM pertanian untuk mendukung produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan pembangunan sektor pertanian nasional.