UPT Pelatihan Kementan Perkuat P4S Lawang Taji sebagai Sentra Kopi dan Pembelajaran Petani
PANDEGLANG – Peningkatan kapasitas petani masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari terbatasnya akses pelatihan dan pendampingan teknis, rendahnya penguasaan teknologi budidaya dan pascapanen, hingga lemahnya kemampuan pengelolaan usaha dan pemasaran.
Kondisi ini berdampak pada rendahnya nilai tambah dan daya saing produk pertanian lokal. Dalam konteks tersebut, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) hadir sebagai solusi melalui pembelajaran berbasis praktik, transfer pengetahuan antarpelaku, serta pengembangan usaha berorientasi pasar.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa P4S berperan strategis dalam mempercepat pembangunan pertanian berbasis potensi lokal. P4S diharapkan menjadi ujung tombak peningkatan kapasitas SDM pertanian dan penguatan ekonomi petani.
“P4S adalah motor penggerak pertanian pedesaan. Keberadaannya harus memberi manfaat nyata, dari peningkatan keterampilan hingga nilai tambah produk,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty, melaksanakan pembinaan terhadap P4S Lawang Taji, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu (21/01/2026).
P4S Lawang Taji merupakan salah satu P4S yang berkembang dan berdaya saing dengan fokus pada perkebunan kopi. Melalui pengelolaan mandiri dan berkelanjutan, P4S ini tumbuh sebagai pusat pelatihan pertanian pedesaan yang aktif meningkatkan kapasitas petani sekaligus memasarkan kopi lokal dengan merek “Leupeh Lalay”.
Dalam pembinaan tersebut, Inneke Kusumawaty menekankan pentingnya penguatan peran P4S sebagai motor pembangunan pertanian pedesaan. Keberhasilan P4S Lawang Taji dinilai tidak hanya dari kualitas produk kopi, tetapi juga dari kemampuannya mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan semangat kewirausahaan kepada petani sekitar.
“Pembinaan ini memastikan P4S terus memberi manfaat, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga petani lain dan masyarakat. P4S harus menjadi pusat belajar, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi pedesaan,” ujarnya.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa P4S yang aktif dan berprestasi merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencetak petani mandiri, inovatif, dan berorientasi pasar.
“P4S yang mampu mengembangkan usaha sekaligus menjadi pusat pembelajaran menunjukkan bahwa pemberdayaan petani dapat berjalan seiring dengan penguatan kelembagaan dan kewirausahaan,” ungkapnya.
Melalui pembinaan ini, P4S Lawang Taji diharapkan semakin memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas pelatihan, serta memperluas jejaring pemasaran kopi lokal. Ke depan, P4S Lawang Taji diharapkan menjadi contoh bagi P4S lain dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.