Kolaborasi Strategis BBPKH Cinagara Polbangtan Yoma, Perkuat Ekosistem Pengembangan SDM Peternakan Berbasis Kompetensi
Magelang – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara memperkuat jejaring kerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melalui kegiatan koordinasi yang berlangsung di Kampus Polbangtan Magelang, Jumat (10/7/2026). Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) peternakan melalui penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi.
Kegiatan tersebut diterima oleh Wakil Direktur II Polbangtan Yoma Budi Purwo Widiarso, didampingi Ketua Jurusan Peternakan Acep Perdinan, Ketua Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesehatan Hewan (PPKH) Temy Indrayanti, serta Ketua Panitia Animal Welfare Officer (AWO) Sunardi.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty memaparkan profil kelembagaan serta berbagai layanan pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang dimiliki BBPKH Cinagara serta sistem penjaminan mutu pelatihan sebagai bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan pelatihan berjalan sesuai standar dan menghasilkan lulusan yang kompeten.
Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty mengatakan, kolaborasi antara BBPKH Cinagara dan Polbangtan Yoma merupakan bagian dari penguatan sinergi antar Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian dalam mencetak SDM pertanian yang unggul dan mampu menjawab tantangan pembangunan peternakan.
"Kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan Polbangtan Yoma agar pengembangan kompetensi dosen maupun mahasiswa semakin terarah. Pelatihan Animal Welfare Officer ini tidak hanya membekali peserta dengan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat penerapan prinsip kesejahteraan hewan yang kini menjadi tuntutan dalam industri peternakan modern," ujar Inneke.
Melalui pembahasan yang berlangsung, kedua institusi menyepakati penyelenggaraan Pelatihan Animal Welfare Officer (AWO) bagi dosen selama empat hari atau 32 jam pelajaran yang direncanakan pada 3–6 Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan Pelatihan Animal Welfare Officer berbasis SKKNI bagi mahasiswa selama tujuh hari atau 56 jam pelajaran pada 24–30 Agustus 2026 di Polbangtan Magelang.
Wakil Direktur II Polbangtan Yoma Budi Purwo Widiarso menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa melalui pelatihan berbasis standar nasional akan memberikan nilai tambah bagi lulusan Polbangtan dalam menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
"Kami mengapresiasi dukungan BBPKH Cinagara sebagai pusat pelatihan kompetensi di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di Polbangtan Yoma sekaligus memperkuat kompetensi lulusan agar semakin siap memasuki dunia kerja maupun menjadi pelaku pembangunan pertanian," kata Budi.
Inneke juga menambahkan bahwa koordinasi tersebut juga membahas sejumlah rencana kerja sama lanjutan yang akan dikembangkan pada tahun 2027.
“Selain pelatihan AWO (Animal Welfare Officer) kami juga menyusun rencana kerjasam akan di kembangkan pada tahun 2027 mendatang yang meliputi pelatihan dan sertifikasi kompetensi Inseminasi Buatan (IB), Petugas Pemeriksa Kualitas (PPC) Pakan, serta Formulator Pakan” pungkasnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern memerlukan SDM yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki sertifikasi kompetensi sesuai kebutuhan sektor pertanian.
"Kunci keberhasilan pembangunan pertanian adalah sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi harus terus diperluas agar mampu melahirkan SDM pertanian yang profesional, produktif, dan siap mendukung terwujudnya swasembada pangan," tegas Mentan Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan penguatan kolaborasi antar lembaga pendidikan dan pelatihan menjadi salah satu strategi BPPSDMP dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM pertanian Indonesia.
"BPPSDMP terus mendorong terbangunnya jejaring kerja sama yang kuat antara balai pelatihan dan perguruan tinggi vokasi. Sinergi seperti ini akan memperluas akses pengembangan kompetensi sekaligus memastikan lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan mendukung transformasi pertanian menuju pertanian maju, mandiri, dan modern," ujar Santi.
Melalui penguatan jejaring kerja sama tersebut, BBPKH Cinagara dan Polbangtan Yoma berkomitmen menghadirkan program pengembangan kompetensi yang adaptif terhadap kebutuhan industri peternakan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian sekaligus memperkuat daya saing sektor peternakan Indonesia.