Purnawirawan Naik Kelas: Dari Garda Pertahanan Menjadi Penggerak Ketahanan Pangan
Bogor— Penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kewirausahaan menjadi langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan sektor usaha. Di bidang peternakan, peningkatan kompetensi tidak hanya berperan dalam membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga menjadi bagian strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus ditopang oleh sumber daya manusia yang tangguh, adaptif, dan memiliki keterampilan yang mampu menciptakan nilai ekonomi.
“Pertanian modern membutuhkan SDM yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menjadi penggerak usaha dan menciptakan lapangan kerja. Pelatihan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor peternakan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas SDM peternakan, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara bekerja sama dengan Mabes TNI Angkatan Darat sukses menyelenggarakan Pelatihan Pembekalan Peternakan Terpadu bagi purnawirawan TNI AD. Kegiatan tersebut resmi ditutup pada Rabu (13/5/2026) oleh Kasubdissahlur Disminpersad, Kolonel Inf Doni Firmansah.

Dalam sambutannya, Kasubdissahlur Disminpersad Kolonel Inf Doni Firmansah menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian personel melalui penguatan kompetensi dan pola pikir kewirausahaan.
“Pelatihan ini menjadi investasi jangka panjang sebagai modal dasar dalam membangun usaha produktif. Melalui kegiatan ini, kapasitas dan kompetensi personel dalam bidang peternakan terpadu semakin meningkat, sekaligus membentuk pola pikir wirausaha yang mandiri dan produktif,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan mampu membuka peluang kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Selain menjadi bekal pasca dinas, pelatihan ini juga membuka peluang bagi personel untuk ikut berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui sektor peternakan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menegaskan komitmen BBPKH Cinagara dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia peternakan melalui kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak, termasuk TNI AD.
“Kami akan terus mendukung peningkatan kapasitas SDM peternakan melalui berbagai program pelatihan berbasis kompetensi. Sinergi antara BBPKH Cinagara dan Mabes TNI AD ini menjadi langkah positif yang akan terus kami lanjutkan melalui berbagai skema pelatihan lainnya guna membuka wawasan dan peluang yang lebih luas di bidang wirausaha peternakan terpadu,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa BBPKH Cinagara tidak hanya berperan sebagai lembaga pelatihan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mencetak SDM pertanian dan peternakan yang unggul, mandiri, dan adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pengembangan SDM pertanian dan peternakan harus dilakukan melalui kolaborasi yang berkelanjutan antar lembaga.

“Kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan TNI AD melalui pelatihan ini menjadi contoh sinergi yang baik dalam menciptakan SDM yang profesional, mandiri, dan berdaya saing. Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan yang telah diperoleh menjadi usaha produktif yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan sektor peternakan nasional.