Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Asesmen Wasbitnak di Polbangtan Malang, BBPKH Cinagara Dorong SDM Peternakan Berdaya Saing

20/05/2026 10:30:00 Admin Satker 28

Malang — Pengawas Bibit Ternak (Wasbitnak) memiliki peran strategis dalam menjaga mutu dan kualitas bibit ternak sebagai fondasi pengembangan subsektor peternakan nasional. Keberadaan tenaga pengawas yang kompeten menjadi kunci untuk memastikan proses produksi, peredaran, hingga pemanfaatan bibit dan benih ternak berjalan sesuai standar sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas ternak dan ketahanan pangan berkelanjutan.

 

Sebagai bentuk penguatan sumber daya manusia peternakan, Kementerian Pertanian melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian Kementerian Pertanian menyelenggarakan asesmen kompetensi Skema Pengawas Bibit Ternak di Politeknik Pembangunan Pertanian Malang pada 18–20 Mei 2026.

 

Pelaksanaan asesmen tersebut turut didukung oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara melalui penugasan asesor kompetensi, yakni Yuniawan dan Adi Rakhman.

 

Sebanyak 79 peserta mengikuti asesmen kompetensi yang menguji kemampuan teknis dan profesional dalam pengawasan bibit ternak. Para peserta diuji pada sejumlah unit kompetensi penting, mulai dari penerapan kesehatan dan keselamatan kerja, komunikasi dan koordinasi kerja, hingga kemampuan menilai produksi, dokumen, serta persyaratan teknis peredaran benih dan bibit ternak.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM peternakan menjadi salah satu kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

 

“Tenaga teknis yang kompeten akan menentukan keberhasilan pelayanan kepada peternak sekaligus mendukung peningkatan produktivitas ternak di daerah,” ujar Mentan Amran.

 

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti yang menilai sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam menciptakan SDM pertanian yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan sektor peternakan modern.

 

 

“SDM yang kompeten akan menjadi motor penggerak pembangunan pertanian modern. Karena itu, peningkatan kapasitas dan sertifikasi tenaga teknis harus terus diperluas agar kualitas layanan kepada masyarakat semakin baik,” ungkap Santi.

 

Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Inneke Kusumawaty menambahkan bahwa pengawas bibit ternak memiliki peran vital dalam menjaga mutu genetik ternak dan mendukung keberlanjutan subsektor peternakan nasional.

 

“SDM peternakan yang kompeten menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan kepada peternak. BBPKH Cinagara terus berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi tenaga teknis peternakan di berbagai daerah,” ujar Inneke.

 

Dalam pelaksanaan asesmen, para peserta tidak hanya diuji melalui pertanyaan tertulis, tetapi juga melalui proyek kerja dan simulasi berbasis kasus yang menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Metode ini dilakukan untuk memastikan peserta benar-benar memahami standar teknis pengawasan bibit ternak sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Menurut Adi Rakhman, asesmen kompetensi menjadi instrumen penting untuk menjamin kualitas tenaga teknis peternakan.

 

“Pengawas bibit ternak dituntut memiliki ketelitian, kemampuan analisis, dan pemahaman regulasi yang kuat agar mutu bibit dan benih ternak tetap terjaga. Karena itu, asesmen dilakukan secara objektif dan mengacu pada standar kompetensi kerja nasional,” jelasnya.

 

Sementara itu, Yuniawan menilai peserta menunjukkan kesiapan dan pemahaman teknis yang baik selama proses asesmen berlangsung.

 

“Peserta mampu menunjukkan kompetensi teknis sesuai unit yang diujikan. Ini menjadi indikator positif bahwa SDM peternakan kita semakin siap mendukung pengembangan subsektor peternakan yang modern dan berdaya saing,” ungkap Yuniawan.

 

Berdasarkan hasil asesmen, seluruh peserta direkomendasikan kompeten sebagai Pengawas Bibit Ternak. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Pertanian dalam mendorong lahirnya tenaga teknis peternakan yang profesional, kompeten, dan siap mendukung pembangunan peternakan nasional yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.