Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Perkuat SDM Peternakan, Sukses Cetak Supervisor Farm Unggas Pedaging

20/05/2026 12:30:00 Admin Satker 63

Malang - Melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian, sebanyak 43 peserta sertifikasi Supervisor Farm Unggas Pedaging dinyatakan kompeten setelah mengikuti uji sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan di Polbangtan Malang (18-20/05/2026).

 

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian sekaligus Ketua LSP Pertanian Kementerian Pertanian, Tedy Dirhamsyah menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan instrumen strategis untuk memastikan tenaga kerja pertanian memiliki kemampuan yang terukur, terstandar, dan diakui secara profesional.

 

“Melalui sertifikasi kompetensi, kita ingin memastikan bahwa SDM pertanian memiliki kualitas dan daya saing yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Ini menjadi langkah penting dalam mendukung kemajuan subsektor peternakan unggas nasional,” ujar Tedy.

 

Sebanyak 43 asesi mengikuti uji sertifikasi kompetensi dengan pembagian asesmen kepada empat asesor kompetensi, yakni Didiek Rustanto, Dayat Hermawan, Iman Agus Sutanto, dan Helena Letelay.

 

Skema Supervisor Farm Unggas Pedaging yang diujikan mencakup 11 unit kompetensi yang terbagi dalam tiga kelompok pekerjaan utama, yaitu melakukan persiapan produksi, pengelolaan produksi, serta evaluasi produksi. Proses asesmen dilaksanakan secara menyeluruh untuk memastikan peserta memiliki kompetensi sesuai standar profesi yang berlaku di industri peternakan unggas pedaging.

 

 

Asesor kompetensi, Dayat Hermawan, menyampaikan bahwa keberhasilan seluruh peserta menunjukkan meningkatnya kesiapan SDM peternakan dalam menghadapi tuntutan industri yang semakin kompetitif.

 

“Seluruh peserta mampu menunjukkan kompetensi sesuai unit yang diujikan. Ini menjadi indikator positif bahwa SDM peternakan kita semakin siap bekerja secara profesional dan memenuhi standar industri,” ungkap Dayat.

 

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi kunci utama dalam mewujudkan pertanian modern dan berdaya saing global.

 

“Pertanian tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga membutuhkan SDM yang unggul, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan industri. Sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam membangun pertanian Indonesia yang maju dan mandiri,” tegas Amran.

 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas dan pengakuan kompetensi SDM pertanian harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

 

“Sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan profesional terhadap kemampuan SDM pertanian. Melalui langkah ini, kami ingin menciptakan tenaga kerja pertanian yang siap kerja, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian ke depan,” ujar Idha.

 

Sementara itu, Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menambahkan bahwa penguatan kompetensi di bidang peternakan unggas menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya pemenuhan protein hewani.

 

 

“BBPKH Cinagara terus mendukung peningkatan kompetensi SDM peternakan melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi. Kami berharap para peserta yang telah dinyatakan kompeten dapat menjadi SDM profesional yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas usaha peternakan unggas di Indonesia,” ujar Inneke.

 

Berdasarkan hasil asesmen, seluruh 43 asesi dinyatakan kompeten pada skema Supervisor Farm Unggas Pedaging. Hasil tersebut menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Pertanian melalui LSP Pertanian dalam mendorong lahirnya tenaga kerja peternakan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing.

 

Dengan sertifikat kompetensi yang diperoleh, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja, produktivitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan usaha peternakan unggas pedaging, sekaligus mendukung pengembangan subsektor peternakan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.