Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Urgensi Akselerasi Regenerasi Peternak: BBPKH Cinagara Dorong Transformasi SDM dan Kelembagaan

26/02/2026 09:00:00 Admin Satker 50

Bogor, 26 Februari 2026 — Dalam rangka mendorong swasembada pangan yang berkelanjutan, Kementerian Pertanian terus bergerak dari berbagai sektor. Salah satunya melalui regenerasi petani dan peternak. Akselerasi regenerasi peternak menjadi agenda utama dalam Workshop “Akselerasi Regenerasi Peternak dan Kelembagaan Peternak yang Mandiri dan Berdaya Saing” yang digelar secara hybrid oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara.

 

Workshop menghadirkan tiga Tenaga Ahli Menteri Pertanian, yakni R.S. Suroyo Jr., Prof. Dr. Ir. Muhammad Arsyad, dan Prof. Dr. Ir. Mat Syukur. Ketiganya sepakat bahwa tanpa percepatan regenerasi, sektor peternakan akan menghadapi risiko stagnasi produksi di tengah meningkatnya kebutuhan protein hewani nasional. Kegiatan ini diikuti 135 peserta secara luring dan 1.663 peserta secara daring dari seluruh Indonesia.

 

Kepala BBPKH Cinagara, Dr. Inneke Kusumawaty, S.TP., M.P., dalam laporannya menegaskan bahwa tantangan terbesar hari ini bukan sekadar produksi, melainkan keberlanjutan sumber daya manusianya. “Regenerasi tidak boleh kita tunggu terjadi secara alami. Ia harus dirancang. Peternak muda yang kita siapkan bukan hanya mampu beternak, tetapi profesional, adaptif terhadap teknologi, memahami manajemen usaha, disiplin biosekuriti, dan berorientasi pasar,” ujar Inneke.

 

Ia menambahkan, struktur usia peternak yang semakin menua harus dijawab dengan pendekatan sistematis: pelatihan berkualitas, pengorganisasian usaha, legalitas yang jelas, akses pembiayaan terstruktur, hingga kemitraan dan digitalisasi usaha. Tanpa ekosistem yang mendukung, minat generasi muda akan mudah luntur saat berhadapan dengan risiko pasar dan keterbatasan modal.

 

Rumusan hasil workshop menegaskan bahwa regenerasi peternak merupakan kunci keberlanjutan swasembada pangan asal hewan. Pemerintah melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dan BBPKH Cinagara diposisikan sebagai tulang punggung penguatan kompetensi teknis dan kelembagaan peternakan Salah satu langkah strategis yang didorong adalah pembentukan Brigade Peternakan sebagai model pengorganisasian SDM peternakan dan kesehatan hewan yang terlatih, terstandar, dan responsif terhadap kebutuhan lapangan. Brigade Peternakan ini dirancang sebagai penggerak utama di tingkat tapak yang mengonsolidasikan pelatihan, sertifikasi, pendampingan, pembiayaan, hingga digitalisasi usaha secara terintegrasi.

 

Generasi muda dinilai memiliki keunggulan dalam kreativitas, keberanian berinovasi, serta adaptif terhadap teknologi digital menjadi modal penting untuk membangun peternakan modern berbasis agribisnis.Forum ini juga menekankan pentingnya sinergi pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix meliputi pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Kolaborasi itu menguatkan regenerasi tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada penguatan posisi tawar, akses pasar, dan stabilitas usaha peternak muda.

 

Workshop ini menjadi sinyal kuat bahwa akselerasi regenerasi peternak telah menjadi agenda nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan roadmap yang telah dirumuskan benar-benar dieksekusi, sehingga peternakan Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh lebih modern, profesional, dan berdaya saing (/RHB).