Tak Cukup Hijauan, BBPKH Cinagara Bongkar Strategi Manajemen Pakan Modern
BOGOR - Permasalahan pakan masih menjadi tantangan utama yang kerap dihadapi peternak di berbagai daerah. Ketersediaan bahan pakan yang tidak stabil, ketergantungan pada hijauan semata, hingga kurangnya pemahaman tentang pakan berimbang sering kali berdampak pada rendahnya produktivitas ternak. Tidak sedikit peternak yang menganggap pakan cukup diberikan dalam bentuk hijauan, tanpa memperhitungkan keseimbangan nutrisi sesuai kebutuhan ternak.
Menjawab permasalahan tersebut, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara menyelenggarakan kegiatan Bertani on Cloud Vol. 337 secara daring pada Kamis, (15/01/2026), dengan mengangkat tema “Pakan Tepat, Ternak Hebat: Strategi Modern Menuju Produksi Optimal.” Kegiatan yang disiarkan secara langsung dari SRR Farm Jonggol Kabupaten Bogor ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai wilayah Indonesia yang bergabung melalui ruang pertemuan Zoom.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, yang menegaskan bahwa pakan merupakan faktor penentu keberhasilan usaha peternakan. Menurutnya, manajemen pakan saat ini tidak lagi bisa dipahami secara sederhana, tetapi harus berbasis pada kebutuhan nutrisi ternak yang seimbang dan tepat guna.
“Pakan bukan hanya soal hijauan, tetapi harus berimbang antara energi, protein, mineral, dan vitamin sesuai kebutuhan ternak. Dengan pakan yang tepat, ternak akan lebih sehat, produktif, dan mampu menghasilkan produksi yang optimal,” ujar Inneke Kusumawaty.
Kegiatan ini menghadirkan Rizky Bayu Pradana, Ketua P4S Young Champion sekaligus Founder SRR Farm sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya manajemen pakan modern, mulai dari pemilihan bahan pakan berkualitas, formulasi ransum yang sesuai fase produksi ternak, hingga pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.

“Sebagian besar biaya produksi peternakan berasal dari pakan. Jika dikelola dengan baik dan berbasis nutrisi yang tepat, pakan justru menjadi kunci utama peningkatan produksi dan keuntungan peternak,” jelasnya.
Lebih lanjut Bayu menekankan pakan yang tepat dan berkualitas akan menghasilkan ternak dengan kualitas yang baik pula. Namun, masih terdapat stigma di kalangan peternak bahwa penggunaan pakan berkualitas identik dengan biaya mahal dan dianggap kurang menguntungkan. Akibatnya, tidak sedikit peternak yang memilih memberikan pakan dengan kualitas rendah dan hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi miskin kandungan nutrisi.
“Padahal, pakan yang berkualitas harus mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi ternak dalam satu menu pakan, mulai dari protein, karbohidrat, serat, vitamin, hingga mineral. Pemberian pakan tidak cukup hanya mengandalkan hijauan semata, karena hijauan pada dasarnya hanya memenuhi kebutuhan serat dan sebagian kecil unsur nutrisi lainnya” pungkas Bayu.
Pengangkatan tema ini menunjukkan bahwa pakan memiliki keterkaitan langsung dengan performa ternak di tengah tantangan peternakan dewasa ini. Pakan berkualitas akan melahirkan ternak yang sehat, pertumbuhan optimal, serta produk asal hewan yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing tinggi.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kualitas pakan merupakan bagian penting dalam pembangunan peternakan nasional. “Peternakan yang maju dan berkelanjutan harus ditopang oleh manajemen pakan yang efisien dan berkualitas. Pemerintah terus mendorong inovasi dan peningkatan kapasitas peternak agar produktivitas ternak nasional semakin meningkat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa kegiatan Bertani on Cloud merupakan bentuk transformasi pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan peternak saat ini. “Melalui platform digital, pelatihan dapat menjangkau lebih luas. Edukasi mengenai manajemen pakan berimbang menjadi fondasi penting dalam mencetak peternak yang profesional dan berdaya saing,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BBPKH Cinagara berharap peternak tidak lagi memandang pakan hanya sebagai pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi sebagai strategi utama dalam meningkatkan kesehatan ternak, efisiensi usaha, dan produksi peternakan yang optimal serta berkelanjutan.