Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Bekali Warga Binaan Keterampilan Agribisnis, Kementan dan Densus 88 Dorong Lahirnya Wirausahawan Peternakan Berdaya Saing

30/06/2026 12:00:00 Admin Satker 19

Bogor – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui program pelatihan berbasis kewirausahaan. Bersama Direktorat Identifikasi dan Sosial (Idensos) Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, BBPKH Cinagara menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan Agribisnis Kambing dan Domba di Bogor, Selasa (30/6/2026).

 

Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang merupakan warga binaan Densus 88 AT Polri dari berbagai wilayah, yakni Satgas Jawa Barat sebanyak 9 orang, Jakarta 8 orang, Daerah Istimewa Yogyakarta 3 orang, Sumatera Selatan 2 orang, Jambi 1 orang dan 7 orang pendamping dari satuan tugas wilayah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali peserta dengan kompetensi teknis sekaligus jiwa kewirausahaan agribisnis agar mampu membangun usaha peternakan yang produktif dan berkelanjutan.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan SDM merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern. Menurutnya, sektor pertanian harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

 

"Kementerian Pertanian terus mendorong lahirnya SDM pertanian yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan. Dengan demikian, sektor pertanian dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Mentan Amran.

 

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa pelatihan vokasi harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan usaha pertanian.

 

"Pelatihan tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan mengelola usaha, membaca peluang pasar, dan menciptakan nilai tambah sehingga mampu menjadi pelaku usaha pertanian yang tangguh dan mandiri," kata Arsanti.

 

 

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, dihadiri Kepala Subdirektorat Integrasi Koordinasi Direktorat Idensos Densus 88 AT Polri juga Kepala Satuan Tugas Wilayah Jawa Barat Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Bogiek Sugiarto, serta Ketua Tim Kerja Pengembangan Teknik dan Metode Pelatihan  Pelatihan Pusat Pelatihan Pertanian, Risweki Deflita, yang hadir mewakili Kepala Pusat Pelatihan Pertanian.

 

Dalam sambutannya, Inneke menyampaikan bahwa subsektor peternakan ruminansia kecil saat ini memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Kebijakan pemerintah dalam membatasi impor kambing dan domba hidup maupun karkas merupakan bentuk keberpihakan terhadap peternak lokal sekaligus membuka peluang pasar yang semakin luas bagi produk dalam negeri.

 

"Indonesia telah mencapai swasembada kambing dan domba. Kini tantangan kita bukan lagi sekadar meningkatkan populasi ternak, tetapi bagaimana menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi. Peternak harus mampu menguasai rantai usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, pengelolaan kesehatan ternak, sistem pemotongan modern, hingga pemasaran berbasis teknologi digital," ujar Inneke.

 

Menurutnya, pelatihan kewirausahaan tersebut dirancang untuk membangun pola pikir peserta agar tidak hanya menjadi peternak, tetapi juga menjadi entrepreneur yang mampu mengembangkan usaha secara profesional.

 

"Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Kuasai teknologi budidaya, pengolahan pakan fermentasi, manajemen kesehatan ternak, hingga analisis bisnisnya. Setelah kembali ke daerah masing-masing, kami berharap peserta mampu membangun usaha secara mandiri maupun berkolaborasi melalui kelompok usaha atau koperasi sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat," tambahnya.

 

 

Sementara itu, Kombes Pol. Bogiek Sugiarto mewakili direktur identifikasi dan sosial menilai pelatihan ini menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keterampilan di bidang agribisnis peternakan dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih produktif.

 

"Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkembang dan membangun kemandirian ekonomi. Kami berharap seluruh peserta memahami proses agribisnis kambing dan domba secara menyeluruh, mulai dari pembibitan, pemeliharaan, kesehatan ternak, hingga pemasaran dan hilirisasi. Dengan bekal tersebut, mereka memiliki peluang untuk membangun usaha yang berkelanjutan," ujarnya.

 

Melalui kolaborasi antara BBPKH Cinagara dan Direktorat Idensos Densus 88 AT Polri, Kementerian Pertanian berharap lahir pelaku-pelaku usaha baru di subsektor peternakan yang memiliki kompetensi, daya saing, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian keluarga dan masyarakat. Sinergi lintas sektor ini juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat pembangunan SDM pertanian sebagai pilar menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern.