Cetak Paramedik Veteriner Unggul, BBPKH Cinagara Perkuat Skill Klinis Mahasiswa Polbangtan
Bogor — Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian yang secara khusus membidangi pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara terus berperan aktif dalam mencetak tenaga kesehatan hewan yang kompeten dan profesional.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Sertifikasi Kompetensi Paramedik Veteriner Pengendalian Penyakit bagi mahasiswa Program Studi Diploma III Kesehatan Hewan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kualitas lulusan vokasi pertanian agar memiliki kompetensi teknis dan legalitas profesi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta industri veteriner yang terus berkembang.

Peningkatan kualitas SDM pertanian tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menegaskan pentingnya penguatan kompetensi dan legalitas profesi di sektor pertanian dan peternakan.
“SDM vokasi pertanian harus memiliki standar keahlian yang diakui secara nasional maupun internasional demi menjaga kesehatan hewan dan memperkuat ketahanan pangan,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi langkah strategis dalam menciptakan lulusan vokasi yang siap kerja dan mampu bersaing di dunia industri.
“Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang teruji dan diakui secara profesional. Sertifikasi kompetensi menjadi jaminan mutu lulusan pendidikan vokasi pertanian,” ujar Idha Widi Arsanti.

Kegiatan bimtek menghadirkan narasumber sekaligus praktisi dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara, Nafrina Lanniari. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembekalan materi terkait regulasi kesehatan hewan, penerapan biosekuriti, hingga prosedur pengendalian penyakit hewan menular.
Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti sesi praktikum intensif untuk mengasah keterampilan klinis di lapangan. Praktikum meliputi pemeriksaan fisik hewan ruminansia dan unggas, teknik pengambilan sampel darah (phlebotomy), preparasi sampel laboratorium, teknik pengobatan, hingga praktik nekropsi unggas untuk mendukung diagnosis penyakit secara akurat.
Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Inneke Kusumawaty menyampaikan bahwa penguatan keterampilan teknis dan klinis menjadi bagian penting dalam mencetak SDM kesehatan hewan yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan industri veteriner.

“Dunia kerja veteriner saat ini membutuhkan tenaga paramedik yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang kuat dan siap bekerja sesuai standar profesi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali pengalaman praktis agar lebih siap menghadapi sertifikasi kompetensi maupun tantangan di lapangan,” ujar Inneke.
Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi selama mengikuti sesi teori maupun praktik. Melalui kegiatan ini, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor bersama Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara berkomitmen mencetak lulusan kesehatan hewan yang kompeten, tersertifikasi, dan siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan subsektor peternakan dan kesehatan hewan nasional.