Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Farmtastic Jadi Sarana Wahana Edukasi Peternakan yang Kian Diminati Generasi Muda

13/05/2026 12:30:00 Admin Satker 9

Bogor — Wahana edukasi peternakan kini semakin diminati sebagai sarana pembelajaran interaktif bagi generasi muda. Tidak hanya memberikan pengalaman belajar di luar kelas, konsep wisata edukasi ternak juga dinilai mampu mengenalkan dunia peternakan, pangan, dan proses produksi hasil ternak secara lebih dekat dan menyenangkan kepada anak-anak sejak usia dini.

 

Sebagai salah satu pusat edukasi peternakan, Farmtastic BBPKH Cinagara kembali menerima kunjungan edukatif dari SD Qur’an Hudaqu dengan jumlah peserta sebanyak 91 siswa dan 13 pendamping pada Rabu (13/05/2026).

 

Kegiatan kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan dunia peternakan dan pengolahan hasil ternak kepada para siswa melalui pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak melihat secara langsung proses pemerahan susu sapi hingga pengolahan susu menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah seperti yoghurt, kefir, dan ice cream.

 

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa edukasi pertanian dan peternakan kepada generasi muda menjadi langkah penting dalam menyiapkan SDM pertanian masa depan yang adaptif dan inovatif.

 

“Pengenalan dunia pertanian dan peternakan harus dimulai sejak dini. Edukasi seperti ini penting untuk membangun ketertarikan generasi muda terhadap sektor pertanian sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pangan dan gizi,” tegasnya.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis praktik dan pengalaman langsung menjadi metode yang efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap sektor pertanian dan peternakan.

 

“Kegiatan wisata edukasi menjadi sarana yang positif dalam membangun literasi pertanian sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung proses produksi pangan sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami,” ungkapnya.

 

 

Melalui konsep edukasi berbasis praktik, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman langsung mengenai proses produksi pangan asal hewan yang higienis dan berkualitas.

 

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menyampaikan bahwa Farmtastic hadir sebagai media edukasi yang memperkenalkan dunia peternakan kepada generasi muda sejak dini.

 

“Farmtastic menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak untuk mengenal sektor peternakan secara lebih dekat. Kami ingin membangun ketertarikan generasi muda terhadap dunia peternakan dan pangan asal hewan melalui pengalaman langsung di lapangan,” ujarnya.

 

 

Ia menambahkan bahwa kegiatan kunjungan edukasi seperti ini juga menjadi bagian dari upaya BBPKH Cinagara dalam mendukung peningkatan literasi peternakan dan pangan bergizi kepada masyarakat.

 

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan sapi perah, proses pemerahan susu, hingga melihat tahapan pengolahan susu menjadi produk olahan yang siap dikonsumsi.