Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Gerakan Tanam Serentak, Kementan Percepat CSRdi Muara Enim Sumsel

10/04/2026 00:00:00 Admin Satker 3

Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) resmi menginisiasi Gerakan Nasional Tanam Padi Serentak di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Kegiatan masif ini mencakup luasan 10.000 hektare yang tersebar di 17 provinsi di Indonesia.

Sumatera Selatan, sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan pangan nasional, memusatkan gerakan ini di Desa Petanang, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, pada Kamis (09/04/2026). Di lokasi tersebut, penanaman dilakukan di lahan CSR seluas 300 hektare sebagai bagian dari strategi optimalisasi lahan baru demi memperkuat kedaulatan pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa akselerasi tanam di lahan baru seperti CSR adalah harga mati untuk menghadapi ancaman krisis pangan global.

"Kita harus bergerak cepat. Cetak Sawah Rakyat bukan sekadar memperluas lahan, tapi membangun masa depan pangan kita. Dengan teknologi dan keterlibatan anak muda, kita transformasi lahan rawa dan lahan baru menjadi sumber lumbung pangan dunia. Indonesia harus kembali swasembada," tegas Mentan Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa efisiensi waktu melalui percepatan tanam adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi nasional.

"Percepatan tanam harus dilakukan secara masif dan terukur. Kita tidak boleh membiarkan lahan menganggur terlalu lama. Melalui integrasi teknologi dan kesiapan Brigade Pangan di lapangan, kita pacu percepatan tanam ini untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sepanjang tahun. Setiap hari yang kita hemat dalam proses tanam sangat berarti bagi ketahanan pangan nasional," ujar Santi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumatera Selatan, R. Bambang Pramono, menjelaskan bahwa progres fisik di lapangan menunjukkan tren positif. Dari target 10 kabupaten dengan total luas 2.306 hektare, saat ini telah terealisasi seluas 1.706 hektare.

"Insya Allah sisa 600 hektare akan dilanjutkan besok, mengingat ada beberapa wilayah yang lahannya masih dalam proses persiapan final hari ini. Kami akan terus intensif melakukan kunjungan, dorongan, dan pendampingan bersama kelompok tani serta Brigade Pangan yang mengawal penuh kegiatan cetak sawah di Sumsel," ujar Bambang.

Program ini juga mengedepankan peran Brigade Pangan, sebuah skema khusus yang dirancang untuk mengelola lahan Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Pj Brigade Pangan Sumatera Selatan, Inneke Kusumawaty, menegaskan bahwa model ini merupakan solusi efektif bagi regenerasi petani di Indonesia.

"Pola Brigade Pangan berhasil membangkitkan motivasi generasi muda melalui dukungan nyata, mulai dari pembinaan hingga fasilitasi alat dan mesin pertanian (Alsintan) modern, sehingga risiko usaha dapat ditekan seminimal mungkin," urai Inneke.

Ia menambahkan bahwa Brigade Pangan diproyeksikan menjadi motor penggerak percepatan tanam. Targetnya adalah meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) di lahan Oplah dari IP 100 menjadi IP 200, serta memastikan lahan CSR yang sebelumnya non-produktif (IP 0) mulai menghasilkan produksi pangan secara berkelanjutan.

Staf Khusus Bupati Muara Enim, Ulil Amri, yang hadir mewakili Bupati Muara Enim, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk mempertegas posisi Sumatera Selatan dalam peta pangan nasional. Saat ini, Sumsel menempati peringkat ke-3 nasional dalam produksi pangan, dengan Kabupaten Banyuasin sebagai kontributor produktivitas tertinggi.

"Kita ingin pemerintah pusat melihat langsung etos kerja luar biasa petani kita. Sumsel telah berhasil melompat dari peringkat 5 ke peringkat 3 nasional. Melalui pemanfaatan lahan rawa lebak secara modern dan adaptif, kita optimis produktivitas ini akan terus meningkat," tegas Ulil Amri.

Kegiatan tanam serentak ini turut dihadiri oleh Pj Swasembada Pangan Sumsel, Rachmat, unsur TNI (Dandrem), serta ratusan petani dan anggota Brigade Pangan yang bersinergi dalam mengawal swasembada pangan nasional.