Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Dukung Hilirisasi Peternakan, UPT Pelatihan Kementan Dorong Penguatan Kelembagaan di Provinsi Banten

29/01/2026 14:00:00 Admin Satker 24

SERANG - Penguatan kelembagaan pertanian dan peternakan menjadi faktor kunci dalam mendorong pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani serta peternak. Kelembagaan yang kuat tidak hanya memperkuat koordinasi program, tetapi juga memastikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan efektivitas pelaksanaan kebijakan di daerah.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara terus menunjukkan kontribusinya dalam pembentukan dan penguatan kelembagaan pertanian dan peternakan di Provinsi Banten. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peran aktif BBPKH Cinagara dalam Forum Rapat Koordinasi Bidang Pertanian, Kelembagaan Pertanian, dan Peternakan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kota Serang.

 

Kegiatan yang berlangsung di Dinas Pertanian Kota Serang, Provinsi Banten, Selasa, (27/01/2026) ini menghadirkan Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, sebagai salah satu narasumber. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyinergikan program lintas sektor dalam rangka memperkuat pembangunan pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.

 

 

Dalam paparannya, Inneke Kusumawaty menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dan peternakan sebagai fondasi utama pembangunan sektor tersebut. Menurutnya, SDM yang kompeten, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi kunci dalam menjawab tantangan pertanian modern.

 

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penumbuhkembangan kelembagaan pertanian dan peternakan, khususnya melalui penguatan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). P4S dinilai sebagai model kelembagaan yang efektif dalam mempercepat transfer pengetahuan, keterampilan, dan inovasi kepada petani dan peternak di tingkat tapak.

 

 

“Penguatan P4S perlu dilakukan dengan melibatkan petani-petani milenial yang memiliki semangat inovasi, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menjadi agen perubahan di sektor pertanian dan peternakan,” ujar Inneke. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan petani milenial akan melahirkan berbagai inovasi yang mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas SDM pertanian merupakan kunci utama dalam mendorong ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kelembagaan yang kuat akan mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta memperkuat posisi petani dan peternak dalam rantai nilai.

 

“Pembangunan pertanian harus berbasis pada penguatan SDM dan kelembagaan. P4S dan berbagai kelembagaan petani harus terus didorong agar mampu menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” tegas Mentan Amran.

 

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa sinergi antara balai pelatihan, pemerintah daerah, dan kelembagaan petani merupakan strategi penting dalam mempercepat pembangunan SDM pertanian yang unggul. 

 

 

“Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan P4S, diharapkan lahir petani dan peternak yang profesional, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Santi.

 

Melalui partisipasi aktif dalam forum koordinasi ini, BBPKH Cinagara diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya, guna mendorong terwujudnya kelembagaan pertanian dan peternakan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di Provinsi Banten.