Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Inseminator Bone Naik Kelas, UPT Pelatihan Kementan Kawal Sertifikasi Kompetensi Inseminasi Buatan

19/05/2026 00:00:00 Admin Satker 31

Bone — Upaya meningkatkan kualitas layanan reproduksi ternak terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Bone melalui pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Inseminasi Buatan (IB) bagi para petugas inseminator. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 13–15 Mei 2026 tersebut, Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara turut ambil bagian sebagai asesor kompetensi.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Bone ini dilaksanakan melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian RI. Kehadiran asesor BBPKH Cinagara menjadi bagian penting dalam memastikan proses asesmen berjalan objektif, profesional, dan sesuai standar kompetensi kerja nasional di bidang inseminasi buatan ternak.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian dan peternakan menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, tenaga teknis yang kompeten akan menentukan keberhasilan pelayanan kepada peternak dan peningkatan produktivitas ternak di daerah.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dalam menciptakan SDM pertanian yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

“SDM yang kompeten akan menjadi motor penggerak pembangunan pertanian modern. Karena itu, peningkatan kapasitas dan sertifikasi tenaga teknis harus terus diperluas agar kualitas layanan kepada masyarakat semakin baik,” ungkapnya.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi petugas lapangan merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan peternakan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, inseminator memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan reproduksi ternak di lapangan.

“SDM peternakan yang kompeten menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan kepada peternak. Karena itu, BBPKH Cinagara terus berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas dan sertifikasi kompetensi tenaga teknis peternakan di berbagai daerah,” ujar Inneke.

Ia juga menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi bentuk pengakuan profesional terhadap kemampuan petugas sekaligus upaya menjaga standar mutu pelayanan inseminasi buatan di lapangan.


Salah satu asesor BBPKH Cinagara, Dwi Walid Retnawati, mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memastikan para inseminator memiliki kemampuan teknis dan etika kerja yang memadai dalam memberikan pelayanan kepada peternak.

“Melalui sertifikasi ini, kami ingin memastikan bahwa para inseminator memiliki kompetensi yang sesuai standar sehingga pelayanan inseminasi buatan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan berkualitas,” ujarnya.

Dari hasil asesmen tersebut, sebanyak 45 inseminator yang bertugas di wilayah Kabupaten Bone direkomendasikan kompeten. Capaian ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan reproduksi ternak sekaligus mendukung peningkatan populasi dan produktivitas sapi di Kabupaten Bone.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, Agus Riady, mengatakan bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor peternakan.

Menurutnya, keberadaan inseminator yang kompeten dan bersertifikat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program peningkatan produksi dan produktivitas ternak sapi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

“Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat peternak melalui pelaksanaan inseminasi buatan yang profesional dan berkualitas,” imbuhnya.

Melalui sertifikasi kompetensi ini, kualitas pelayanan inseminasi buatan di lapangan diharapkan semakin meningkat, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap pengembangan peternakan dan kesejahteraan peternak di Kabupaten Bone.