Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kawal Langsung PSN Kementan di Bengkulu, Kepala BBPKH Cinagara Dampingi Tenaga Ahli Menteri Tinjau Lahan CSR di Rejang Lebong

21/05/2026 15:00:00 Admin Satker 24

Rejang Lebong — Penguatan ketahanan pangan nasional terus menjadi fokus utama Kementerian Pertanian melalui percepatan berbagai Program Strategis Nasional (PSN), mulai dari Cetak Sawah Rakyat (CSR), Optimalisasi Lahan (Oplah), hingga pengembangan hilirisasi perkebunan. Untuk memastikan program berjalan sesuai target, pengawalan dan evaluasi lapangan terus dilakukan secara intensif di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Bengkulu.

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Program Strategis Nasional Kementerian Pertanian yang dilaksanakan di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Rabu (20/05/2026). Dalam kegiatan ini, Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Provinsi Bengkulu mendampingi langsung Tenaga Ahli Menteri Pertanian Brigjen Arif Hendro Djatmiko untuk melakukan evaluasi sekaligus monitoring pelaksanaan program di lapangan.

Rangkaian kegiatan tidak hanya difokuskan pada pembahasan koordinasi program, tetapi juga dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi langsung ke lokasi lahan Cetak Sawah Rakyat di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong. Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres konstruksi lahan, kesiapan infrastruktur pertanian, sistem pengairan, hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) berjalan optimal dan siap mendukung percepatan tanam.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut PJ Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu beserta tim, BBRMP Bengkulu dan tim, Pasiter Korem Bengkulu, Pasiter Kodim Mesuji Lampung, Balai LIP Sumsel, serta kepala dinas terkait. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mengawal keberhasilan program pangan nasional di daerah.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Brigjen Arif Hendro Djatmiko menekankan bahwa seluruh pihak harus bergerak cepat dan terintegrasi dalam mengawal program strategis nasional.

“Program Cetak Sawah Rakyat, optimalisasi lahan, dan hilirisasi perkebunan merupakan program prioritas yang harus dikawal bersama. Kecepatan pelaksanaan dan koordinasi yang kuat menjadi kunci untuk mencapai target swasembada pangan nasional,” ungkap Brigjen Arif.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa seluruh potensi pertanian harus dioptimalkan untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah tantangan global.

“Tidak ada pilihan selain bergerak cepat. Semua potensi lahan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat swasembada pangan Indonesia,” tegas Mentan Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti juga turut menyampaikan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan program di lapangan.

“Brigade Pangan menjadi ujung tombak pendampingan petani dan percepatan tanam di daerah. Dengan SDM yang kuat dan sinergi yang baik, program strategis pertanian akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Santi.



Sebagai PJ Brigade Pangan Provinsi Bengkulu, Inneke Kusumawaty menegaskan bahwa pendampingan lapangan menjadi langkah penting agar setiap tahapan program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan seluruh proses di lapangan berjalan optimal, mulai dari kesiapan lahan, penyelesaian konstruksi, sistem pengairan, hingga operasionalisasi alsintan. Brigade Pangan juga harus benar-benar siap menjadi penggerak percepatan tanam dan pendamping petani di lapangan,” ujar Inneke.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terbentuknya lahan baru, tetapi juga dari keberlanjutan pengelolaan dan produktivitas pertanian setelah program berjalan.

“Pendampingan harus dilakukan secara menyeluruh. Setiap kendala yang ditemukan di lapangan harus segera ditindaklanjuti agar proses percepatan tanam tidak terhambat dan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Selain fokus pada peningkatan produksi pangan, rakor juga membahas penguatan hilirisasi produk perkebunan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Hilirisasi dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan ekonomi petani melalui pengolahan hasil perkebunan yang lebih modern dan berdaya saing.