Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Cetak Sawah Rakyat, BBPKH Cinagara Pastikan Brigade Pangan Siap Mengawal Produksi

02/07/2026 12:00:00 Admin Satker 18

Ogan Komering Ilir – Kementerian Pertanian terus memperkuat pengawalan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) melalui pendampingan Brigade Pangan sebagai ujung tombak percepatan peningkatan produksi pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty, dalam kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis (2/7/2026).

 

Kehadiran Inneke bersama jajaran Kementerian Pertanian merupakan bagian dari upaya memastikan Program Cetak Sawah Rakyat tidak hanya berhasil membuka lahan pertanian baru, tetapi juga mampu segera dimanfaatkan secara produktif melalui penguatan Brigade Pangan sebagai penggerak budidaya di lapangan.

 

Dalam kunjungan tersebut, Dudung Abdurachman meninjau langsung perkembangan pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, jajaran Kementerian Pertanian, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan para petani. Ia menegaskan bahwa lahan yang telah dicetak harus tetap dipertahankan sebagai sawah dan tidak dialihfungsikan untuk komoditas lain.

 

 

"Saya tekankan kepada para petani, jangan sampai terjadi alih fungsi lahan. Lahan yang sudah kita cetak nanti jangan ditanam tanaman lain, tetapi tetap ditanam padi," tegas Dudung.

 

Menurut Dudung, Program Cetak Sawah Rakyat mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu membuka lapangan usaha dan meningkatkan pendapatan petani. Saat ini sekitar 300 calon petani telah dipersiapkan untuk mengelola lahan hasil cetak sawah di wilayah tersebut. Pemerintah juga terus mendorong pembangunan jaringan irigasi agar lahan baru dapat berproduksi secara optimal.

 

Menanggapi arahan tersebut, Inneke Kusumawaty mengatakan bahwa Brigade Pangan memegang peranan penting dalam memastikan lahan hasil cetak sawah benar-benar produktif dan mampu mendukung target swasembada pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembukaan lahan, tetapi juga oleh kesiapan petani dan pendampingan yang berkelanjutan.

 

 

"Pesan Bapak Kepala Staf Kepresidenan agar lahan yang sudah dicetak tetap ditanami padi menjadi penguat semangat kami dalam mengawal Brigade Pangan. Tugas kami bukan hanya mendampingi pembukaan lahan, tetapi memastikan lahan tersebut segera ditanami, dikelola secara optimal, dan memberikan manfaat nyata bagi petani," ujar Inneke.

 

Ia menjelaskan, Brigade Pangan telah dipersiapkan untuk menjadi motor penggerak pertanian modern melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), percepatan tanam, serta penguatan kapasitas petani. Kesiapan brigade juga didukung oleh sinergi yang erat antara penyuluh pertanian, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan sehingga setiap tahapan budidaya dapat berjalan tepat waktu.

 

"Brigade Pangan hadir agar petani tidak berjalan sendiri. Kami memastikan seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga pendampingan budidaya, berlangsung secara terintegrasi sehingga lahan hasil Cetak Sawah Rakyat dapat segera menghasilkan dan meningkatkan kesejahteraan petani," tambahnya.

 

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Program Cetak Sawah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi pangan nasional.

 

"Setiap lahan yang telah dibuka harus segera ditanami dan dikelola secara optimal agar mampu meningkatkan produksi nasional. Seluruh komponen, termasuk Brigade Pangan, harus bergerak bersama mengawal percepatan tanam," ujar Mentan Amran.

 

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa Brigade Pangan merupakan penggerak utama pengelolaan lahan pertanian modern. Menurutnya, keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang mengelola lahan secara profesional dan berkelanjutan.

 

Melalui pendampingan yang dilakukan secara intensif, BBPKH Cinagara sebagai PJ Brigade Pangan Sumatera Selatan berkomitmen memastikan setiap Brigade Pangan mampu menjalankan perannya secara optimal. Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani, lahan hasil Program Cetak Sawah Rakyat diharapkan segera menjadi sentra produksi padi baru yang produktif, berkelanjutan, serta berkontribusi nyata terhadap pencapaian swasembada pangan nasional.