Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Sinergi Kementerian Pertanian dan Kopassus Kawal Kesehatan Hewan Kurban Demi Jaminan Pangan ASUH saat Idul Adha

29/05/2026 00:00:00 Admin Satker 739

Bogor — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kementerian Pertanian terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban guna memastikan keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat. Melalui Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pemeriksaan kesehatan ternak, pendampingan proses penyembelihan, hingga pemeriksaan daging kurban pasca pemotongan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kolaborasi antara BBPKH Cinagara dengan Batalyon 13 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup 1 dalam pengawalan pelaksanaan kurban yang memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).



Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menegaskan bahwa pengawasan kesehatan hewan kurban merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pangan asal hewan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen.

“Pengawasan kesehatan hewan kurban tidak hanya berfokus pada kondisi ternak sebelum dipotong, tetapi juga memastikan seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging dilakukan sesuai standar kesehatan veteriner, kesejahteraan hewan, dan prinsip ASUH. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan pangan asal hewan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Inneke.

Dalam kegiatan tersebut, BBPKH Cinagara menerjunkan dokter hewan Dwi Walid Retnawati yang berkolaborasi dengan dokter hewan batalyon, Kania Iradatya, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lingkungan Batalyon 13 Kopassus Grup 1.

Pada Idul Adha tahun ini, tim melakukan pemeriksaan terhadap 14 ekor sapi, 31 ekor domba, dan 1 ekor kambing yang akan dikurbankan. Seluruh hewan menjalani pemeriksaan kesehatan secara ketat guna memastikan layak dipotong dan terbebas dari indikasi penyakit menular.

Pemeriksaan ante mortem dilakukan pada 26 Mei 2026 sebelum hewan disembelih. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan kondisi fisik, perilaku hewan, umur ternak, hingga indikasi klinis penyakit. Tahapan ini menjadi langkah penting untuk memastikan hewan kurban memenuhi persyaratan kesehatan veteriner dan syariat Islam.

Selanjutnya pada 27–28 Mei 2026, tim dokter hewan turut mengawal proses penyembelihan bersama para Juru Sembelih Halal (JULEHA). Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses pemotongan berjalan higienis, memperhatikan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare), serta sesuai standar halal.

Usai penyembelihan, pemeriksaan post mortem terhadap daging dan organ dalam hewan kurban juga dilakukan secara teliti. Langkah ini bertujuan memastikan daging yang akan didistribusikan kepada masyarakat aman dikonsumsi dan bebas dari kelainan maupun penyakit yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama pada momentum meningkatnya konsumsi pangan asal hewan saat Idul Adha.

“Pemerintah terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal. Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar pelaksanaan Idul Adha berjalan lancar sekaligus memberikan jaminan keamanan pangan bagi masyarakat,” tegas Menteri Pertanian.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa keterlibatan tenaga kesehatan hewan dalam pengawasan kurban menjadi bagian penting dalam edukasi sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

“Penguatan kapasitas SDM kesehatan hewan harus terus dilakukan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjamin keamanan pangan asal hewan. Pendampingan dan pengawasan langsung di lapangan menjadi bentuk nyata hadirnya pemerintah dalam melindungi masyarakat,” ujar Santi.

Ketua panitia pelaksanaan kurban Batalyon 13 Kopassus Grup 1, Rifki Firnando, mengapresiasi dukungan dan pendampingan dari BBPKH Cinagara beserta tim dokter hewan yang dinilai memberikan kepastian terhadap keamanan dan kelayakan hewan kurban.

“Kehadiran tim dokter hewan sangat membantu panitia dalam memastikan proses pelaksanaan kurban berjalan tertib, higienis, dan sesuai standar kesehatan hewan maupun syariat Islam. Kami merasa lebih tenang karena seluruh tahapan mendapat pendampingan langsung dari tenaga profesional,” ungkap Rifki.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, tenaga kesehatan hewan, dan institusi pertahanan ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menghadirkan pelaksanaan Idul Adha yang aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat. Melalui pengawasan yang ketat dan kolaborasi yang solid, pemerintah berharap distribusi daging kurban tahun ini dapat memberikan manfaat optimal sekaligus menjamin keamanan pangan nasional.

Dwi Walid Retnawati