Sumsel Bergerak Brigade Pangan Jadi Kekuatan Baru Pendongkrak Produksi Pangan Nasional
Sumatera Selatan — Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Brigade Pangan sebagai ujung tombak pengelolaan pertanian modern di lapangan dituntut memiliki kemampuan teknis, manajerial, serta penguasaan teknologi pertanian agar mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Provinsi Sumatera Selatan pada 09 s.d. 11 Mei 2026.
Pelatihan diikuti sebanyak 300 peserta yang tergabung dalam Brigade Pangan dari empat kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Kabupaten Ogan Ilir. Peserta dibagi ke dalam 10 angkatan guna memastikan efektivitas pembelajaran dan pendampingan selama pelatihan berlangsung.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM pertanian menjadi fondasi utama dalam mempercepat transformasi sektor pertanian nasional. Menurutnya, keberadaan Brigade Pangan harus mampu menjadi ujung tombak peningkatan produktivitas dan percepatan modernisasi pertanian di daerah.
“Ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan bantuan sarana produksi, tetapi juga melalui kesiapan SDM yang kompeten, disiplin, dan mampu bekerja cepat di lapangan. Brigade Pangan harus hadir sebagai penggerak utama dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam menciptakan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian modern.

“Pelatihan Brigade Pangan dirancang untuk membentuk tenaga pertanian yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu membangun kelembagaan dan manajemen usaha tani yang kuat. Dengan SDM yang kompeten, program pengembangan pertanian di daerah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ungkap Idha Widi Arsanti.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara, Inneke Kusumawaty, didampingi tim panitia dan fasilitator pelatihan Lanni Laniari dan Yudi Subandi.
Dalam arahannya, Inneke Kusumawaty menyampaikan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan nasional, khususnya dalam optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian dan penguatan kelembagaan petani di wilayah pengembangan pertanian.
“Brigade Pangan harus menjadi motor penggerak di lapangan yang tidak hanya mampu mengoperasikan alat dan mesin pertanian, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kelembagaan, dan pengelolaan usaha tani yang baik. SDM yang kompeten menjadi kunci keberhasilan peningkatan produksi pangan nasional,” ujarnya.

Materi pelatihan dirancang secara komprehensif melalui pendekatan teori dan praktik lapangan. Pada kelompok inti, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai penguatan kelembagaan Brigade Pangan, pengoperasian alat dan mesin pertanian (alsintan), serta manajemen keuangan. Sementara pada kelompok penunjang, peserta dibekali penyusunan rencana tindak lanjut guna memastikan implementasi hasil pelatihan dapat diterapkan secara nyata di wilayah masing-masing.
Lanni Laniari salah satu fasilitator mengungkapkan selain pembelajaran di kelas, peserta juga melaksanakan praktik langsung pengoperasian alsintan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR).
“Kegiatan praktik ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam mendukung percepatan olah tanah, tanam, hingga pengelolaan lahan pertanian modern secara efektif dan efisien,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan Brigade Pangan di Provinsi Sumatera Selatan mampu menjadi tenaga penggerak pertanian modern yang profesional, adaptif, dan berdaya saing dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.