Siapkan Penyuluh Andal, UPT Pelatihan Kementan Dorong Penguatan Teknis dan Manajerial Penyuluh Bengkulu
Bengkulu — Kementerian Pertanian terus memperkuat kualitas sumber daya manusia pertanian sebagai langkah strategis mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Teknis bagi Penyuluh Pertanian Provinsi Bengkulu yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara secara hybrid pada Rabu (20/5/2026), dengan melibatkan penyuluh pertanian dari seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh kualitas SDM, khususnya penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak pendampingan petani di lapangan.
“Modernisasi pertanian harus didukung SDM yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam memastikan inovasi dan program pemerintah benar-benar diterapkan hingga tingkat petani,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penyuluh agar mampu menjawab tantangan pertanian modern yang semakin dinamis.
“Penyuluh pertanian tidak hanya berperan sebagai pendamping petani, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, sekaligus penggerak transformasi pertanian modern di daerah,” ungkap Santi.
Sebagai unit pelatihan di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian, BBPKH Cinagara turut mengambil peran dalam memperkuat kompetensi penyuluh melalui pelatihan teknis yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas penyuluh harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mengawal transformasi pertanian berbasis teknologi dan mekanisasi.
“Penyuluh pertanian dituntut semakin profesional, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian. Karena itu, pelatihan menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas mereka dalam mendampingi petani,” ujar Inneke.
Pelatihan ini diikuti oleh 70 peserta secara luring, sementara seluruh penyuluh pertanian Provinsi Bengkulu mengikuti kegiatan pembukaan secara daring. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya komitmen daerah dalam mendukung penguatan SDM pertanian.
Kegiatan pembukaan dihadiri Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu yang diwakili Kepala Bagian Umum BRMP Bengkulu, Wahyuni Amelia Wulandari, Ketua Tim Kerja Sertifikasi Profesi, Layanan Konsultasi, dan Pengelolaan Inkubator Agribisnis (PIA) BBPKH Cinagara, Farissa Romadhiyati, Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluh Pertanian Provinsi Bengkulu, para Ketua Tim Kerja Pengelolaan Penyuluh Pertanian Provinsi Bengkulu, narasumber, serta widyaiswara dari berbagai instansi lingkup Kementerian Pertanian.
Dalam sambutannya, Farissa Romadhiyati menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan kapasitas penyuluh pertanian dalam mendukung program prioritas pembangunan pertanian nasional.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para penyuluh mampu meningkatkan profesionalisme dan kapasitas dalam mendampingi petani sehingga dapat mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di wilayah masing-masing. Penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan,” ujar Farissa.
Ia menambahkan, pelatihan tidak hanya menjadi sarana peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga ruang diskusi dan berbagi pengalaman antar penyuluh guna memperkuat jejaring kerja sama dan sinergi pembangunan pertanian di daerah.
“Selain materi yang diberikan seperti digitalisasi penyuluhan dan sistem informasi pertanian, literasi keuangan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), hingga manajemen pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pelatihan ini juga jadi sarana diskusi tukar ilmu dan pengalaman bagi para penyuluh” pungkasnya
Melalui kegiatan ini, BBPKH Cinagara berharap para penyuluh pertanian semakin siap menghadapi tantangan pertanian modern dan mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.
(Farissa Romadhiyati)