Staf Khusus Menteri Pertanian Tekankan Peran Strategis Penyuluh dalam Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan
Palembang — Penguatan kapasitas penyuluh pertanian menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian saat memberikan arahan pada kegiatan Pelatihan Teknis Penyuluh Pertanian yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara di SMK-PP Negeri Sembawa, Palembang, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia pertanian dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan.
Dalam materinya yang berjudul “Kebijakan Pembangunan Pertanian dan Peran Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan”, Sam Herodian menegaskan bahwa penyuluh pertanian tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai motivator, fasilitator, sekaligus agen perubahan bagi masyarakat tani.

“Penyuluh pertanian bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga menjadi motivator, fasilitator, dan penggerak perubahan di tengah masyarakat tani. Penyuluh harus mampu menjawab tantangan zaman melalui inovasi, digitalisasi, dan penguatan kelembagaan petani,” ujar Sam H.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan para penyuluh dalam memperkuat pembangunan pertanian nasional. Menurutnya, swasembada pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan, efisiensi, dan kesejahteraan petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya juga menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern membutuhkan SDM pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu bergerak cepat menjawab tantangan sektor pangan nasional.
“Penyuluh pertanian harus menjadi penggerak utama transformasi pertanian modern. Kehadiran penyuluh yang kompeten akan mempercepat peningkatan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti juga menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi penyuluh menjadi bagian penting dalam penguatan SDM pertanian Indonesia.
“Penyuluh pertanian harus mampu menjadi pendamping petani yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan SDM penyuluh yang profesional, pembangunan pertanian dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ungkap Idha Widi Arsanti.
Pelatihan teknis ini diikuti oleh para penyuluh pertanian dari Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu dengan tujuan meningkatkan kompetensi serta wawasan peserta terhadap kebijakan pembangunan pertanian terkini. Selain itu, peserta juga dibekali berbagai materi strategis seperti digitalisasi penyuluhan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), literasi keuangan, hingga manajemen alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara nneke Kusumawaty menyampaikan bahwa pelatihan ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas penyuluh agar mampu mengikuti perkembangan pertanian modern yang semakin dinamis.
“Penyuluh pertanian harus terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi serta kebijakan pertanian terkini. Melalui pelatihan ini, kami berharap para penyuluh mampu menjadi agen perubahan yang aktif mendampingi petani dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan kesejahteraan masyarakat pertanian,” ujar Inneke.
Ia menambahkan bahwa penguatan SDM penyuluh menjadi investasi penting dalam menciptakan sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.
Melalui kegiatan ini, para penyuluh pertanian diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian modern dan mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan swasembada pangan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.