Kementan Percepat Pemanfaatan Cetak Sawah Rakyat, Gerakan Tanam Serentak Digelar di Ogan Ilir
OGAN ILIR – Kementerian Pertanian terus mempercepat pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai bagian dari strategi meningkatkan produksi padi nasional dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serentak yang digelar di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Gerakan tanam melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani sebagai bentuk sinergi dalam mempercepat pemanfaatan lahan yang telah selesai dicetak agar segera memasuki masa tanam.
Pemerintah menargetkan percepatan pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Ogan Ilir mencapai 2.500 hektare. Sinergi antar intansi ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam, mendongkrak produksi padi, serta memperkuat ketahanan pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan
Kegiatan dihadiri Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara Inneke Kusumawaty selaku Penanggung Jawab Brigade Pangan Sumatera Selatan, Asisten II Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir Taher Sitonga yang mewakili Bupati Ogan Ilir, Komandan Korem 044/Garuda, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ogan Ilir Dedi, Penanggung Jawab Brigade Pangan Sumatera Selatan Rahmat, unsur Forkopimda, camat, kepala desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam menjadi kunci keberhasilan program swasembada pangan. Menurutnya, setiap lahan yang telah siap harus segera dimanfaatkan agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsantimengatakan keberhasilan program Cetak Sawah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh pembangunan lahan, tetapi juga oleh kualitas pendampingan kepada petani di lapangan.
"Penyuluh pertanian dan Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam memastikan setiap lahan yang telah dicetak dapat segera ditanami dengan menerapkan teknologi budidaya yang tepat. Pendampingan yang berkelanjutan akan meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," ujar Idha.
Mewakili Bupati Ogan Ilir, Taher Sitonga berharap gerakan tanam serentak mampu mempercepat pemanfaatan seluruh lahan hasil program Cetak Sawah Rakyat. Ia menilai dukungan alat dan mesin pertanian yang tersedia di Sumatera Selatan menjadi modal penting untuk mempercepat proses tanam.
"Kami berharap gerakan tanam ini segera memberikan hasil. Dukungan alat dan mesin pertanian yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal sehingga tidak ada lahan yang menganggur. Semakin cepat lahan ditanami, semakin besar kontribusinya terhadap peningkatan produksi pangan," katanya.
Sementara itu, Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty mengatakan percepatan tanam perlu diiringi dengan penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS) yang dikembangkan Kementerian Pertanian sebagai pendekatan intensifikasi budidaya untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Menurut Inneke, keberhasilan program Cetak Sawah Rakyat tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dibuka, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan produksi yang optimal melalui penerapan teknologi pertanian modern.
"PM AAS merupakan pendekatan budidaya modern yang mampu meningkatkan produktivitas lahan. Karena itu, percepatan pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat harus terus dilakukan agar tidak kehilangan momentum musim tanam. Kami juga mendorong penyebarluasan penerapan PM AAS di lokasi-lokasi yang potensial sehingga hasil panen dapat terus meningkat," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ogan Ilir Dedi mengatakan pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan produksi pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mendampingi petani menerapkan teknologi budidaya yang lebih modern sehingga produktivitas lahan dapat terus meningkat.
"Program Presiden melalui Kementerian Pertanian harus kita optimalkan bersama. Dengan dukungan penyuluh dan penerapan teknologi pertanian, kami optimistis produksi akan meningkat, lapangan kerja semakin terbuka, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Penanggung Jawab Brigade Pangan Sumatera Selatan Rahmat mengatakan gerakan tanam serentak menjadi bagian dari upaya mempercepat pencapaian target produksi padi Sumatera Selatan menjelang musim panen Oktober hingga Desember.
Ia meminta seluruh Brigade Pangan bersama penyuluh pertanian terus mengawal setiap tahapan kegiatan mulai dari penyelesaian cetak sawah, pengolahan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman agar target tanam dapat tercapai sesuai jadwal.
"Gerakan tanam ini merupakan ikhtiar bersama dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Seluruh Brigade Pangan harus terus mengawal kegiatan di lapangan agar target tanam dapat tercapai dan produksi padi Sumatera Selatan terus meningkat," ujarnya.