Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Kementan Perkuat Jaminan Daging ASUH melalui Peningkatan Kompetensi Juru Sembelih Halal

01/09/2026 14:25:00 Admin Satker 31

BOGOR – Jaminan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) tidak hanya ditentukan oleh kualitas hewan dan penanganan daging, tetapi juga oleh kompetensi juru sembelih. Karena itu, keberadaan Juru Sembelih Halal (Juleha) profesional menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai penyediaan pangan asal hewan.

Upaya meningkatkan kompetensi tersebut dilakukan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara melalui Pelatihan Juru Sembelih Halal yang berlangsung selama empat hari, 28–31 Agustus 2026. Sebanyak 13 peserta dari berbagai daerah mengikuti pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai standar kompetensi kerja.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, mengatakan kebutuhan terhadap Juleha semakin meningkat seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap aspek kehalalan, keamanan, dan kualitas pangan asal hewan.

“Di berbagai daerah saat ini sudah banyak terbentuk komunitas Juru Sembelih Halal. Ini menunjukkan kebutuhan Juleha semakin nyata. Juleha benar-benar diperlukan di setiap daerah untuk menjamin ketersediaan pangan, khususnya daging yang ASUH,” ujar Inneke.

Menurut Inneke, kompetensi Juleha tidak sebatas kemampuan melakukan penyembelihan sesuai ketentuan syariat Islam. Seorang Juleha juga harus memahami prinsip kesejahteraan hewan serta mampu menerapkan higiene dan sanitasi selama proses penyembelihan.

“Jadi bukan hanya bagaimana hewan disembelih secara halal. Juru sembelih juga harus mampu menerapkan prinsip kesejahteraan hewan dan higiene sanitasi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” katanya.

Ia menjelaskan, jaminan daging ASUH harus dibangun sejak sebelum penyembelihan, saat proses penyembelihan, hingga penanganan daging setelah hewan disembelih. Setiap tahapan memiliki peran penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan kelayakan daging untuk dikonsumsi masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan pangan yang dihasilkan aman, berkualitas, dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pangan harus tersedia dalam jumlah cukup, berkualitas, aman dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, seluruh mata rantai produksi pangan harus kita perkuat,” ujar Mentan Amran.

Dalam penyediaan pangan asal hewan, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dari upaya tersebut. Juleha memiliki posisi strategis karena proses penyembelihan menjadi salah satu tahapan utama dalam memastikan terpenuhinya aspek kehalalan sekaligus mendukung keamanan dan mutu daging.

Amran juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian agar mampu mengikuti perkembangan sektor pangan serta menjawab tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas dan keamanan pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan peningkatan kompetensi SDM merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pertanian dan pangan yang kuat.

“SDM adalah kunci. Kita ingin melahirkan SDM pertanian yang kompeten, profesional dan mampu menerapkan standar dalam pekerjaannya. Termasuk Juleha yang memiliki peran penting dalam menjamin proses penyediaan daging yang halal dan ASUH,” ujar Arsanti.

Menurut Arsanti, pelatihan menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM di lapangan. Dengan kompetensi yang semakin baik, pelaku di sektor pangan diharapkan mampu memberikan pelayanan sekaligus menerapkan standar yang berdampak langsung terhadap jaminan kualitas pangan bagi masyarakat.

Melalui Pelatihan Juleha, BBPKH Cinagara membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang mengintegrasikan ketentuan syariat Islam, prinsip kesejahteraan hewan, serta penerapan higiene dan sanitasi dalam proses penyembelihan.

Penguatan kompetensi tersebut diharapkan mendorong semakin banyaknya Juleha profesional di berbagai daerah. Pertumbuhan komunitas Juleha juga diharapkan dapat memperkuat jejaring dan kapasitas tenaga penyembelih dalam mendukung ketersediaan daging yang ASUH.

Dengan demikian, Juleha tidak hanya berperan sebagai tenaga teknis penyembelihan, tetapi juga menjadi bagian penting dari garda depan jaminan pangan asal hewan. Kompetensi mereka turut menentukan terpenuhinya standar kehalalan, kesejahteraan hewan, higiene, sanitasi, serta keamanan daging yang dikonsumsi masyarakat.

BBPKH Cinagara berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi SDM di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner. Penguatan kapasitas Juleha menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung penyediaan pangan asal hewan yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.