Perkuat SDM Peternakan, BBPKH Cinagara Jamin Mutu Pelatihan Calon Inseminator Swadaya
LEMBANG – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan reproduksi ternak terus diperkuat melalui penyiapan inseminator yang kompeten dan tersertifikasi. Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara turut mengambil peran dengan memastikan mutu Pelatihan Calon Inseminator Swadaya Angkatan VI yang berlangsung di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, 31 Agustus hingga 21 September 2026.
Sebanyak 24 peserta dari berbagai daerah mengikuti pelatihan tersebut, di antaranya Boalemo, Bengkulu, Jawa Barat, Palembang, Simalungun, Nusa Tenggara Barat, Labuhanbatu Selatan, Bogor, dan Mesuji. Mereka dipersiapkan menguasai kompetensi teknis inseminasi buatan sekaligus mengikuti proses sertifikasi sebagai bagian dari penguatan profesionalisme pelayanan reproduksi ternak di daerah.
Perhatian terhadap peningkatan kompetensi tersebut juga ditunjukkan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo. Bupati Boalemo Rum Pagau hadir mendampingi secara langsung peserta asal Boalemo, sekaligus memberikan dukungan terhadap proses peningkatan kapasitas tenaga peternakan dari daerahnya.
Kehadiran Bupati Boalemo dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tenaga teknis peternakan memiliki kompetensi yang memadai dan mampu memberikan pelayanan kepada peternak secara profesional setelah kembali ke daerah.
Rum Pagau mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Pemerintah Kabupaten Boalemo, BBPKH Cinagara, dan BIB Lembang dalam menyiapkan tenaga peternakan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BBPKH Cinagara atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menyiapkan SDM peternakan yang kompeten dan profesional. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan peternakan Indonesia,” ujar Rum Pagau.
Menurutnya, keberadaan inseminator yang kompeten sangat penting bagi daerah karena pelayanan inseminasi buatan memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan populasi dan produktivitas ternak. Karena itu, investasi pada kompetensi tenaga teknis dinilai menjadi bagian penting dari pembangunan peternakan di daerah.
Penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun sektor pertanian yang produktif, modern, dan berdaya saing.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguasaan kompetensi dan teknologi menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi pertanian dan peternakan nasional.
Arah kebijakan tersebut kemudian diterjemahkan melalui penguatan kapasitas tenaga teknis di lapangan. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, pengembangan kompetensi harus dilakukan secara kolaboratif dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan.
“Pengembangan SDM harus dilakukan secara kolaboratif dan berbasis kebutuhan. Kompetensi yang diperoleh melalui pelatihan harus dapat diterapkan di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan,” ujar Arsanti.
Dalam konteks tersebut, BBPKH Cinagara tidak hanya berperan dalam penyelenggaraan pelatihan, tetapi juga memastikan proses pembelajaran memenuhi standar mutu dan mampu menghasilkan peserta yang benar-benar kompeten.
Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty mengatakan, penjaminan mutu menjadi bagian strategis untuk memastikan kompetensi yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pelayanan reproduksi ternak.
“Penjaminan mutu bukan sekadar memastikan pelatihan terlaksana sesuai ketentuan, tetapi memastikan setiap peserta memperoleh kompetensi yang dibutuhkan di lapangan. Melalui kolaborasi dengan BIB Lembang, kami ingin menghasilkan inseminator yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan reproduksi ternak secara optimal,” jelas Inneke.
Menurutnya, kompetensi inseminator tidak berhenti pada selesainya pelatihan. Sertifikasi menjadi tahapan penting untuk memastikan kemampuan peserta mendapat pengakuan sekaligus menjadi jaminan profesionalisme ketika memberikan pelayanan kepada peternak.
Untuk memastikan standar tersebut terpenuhi, BBPKH Cinagara menugaskan Widyaiswara Dwida Agustina Suherman dan Yuniawan serta Petugas Penjamin Mutu Farissa Rhomadiyati dalam kegiatan tersebut. Tim memastikan proses pelatihan berjalan sesuai standar, termasuk aspek pembelajaran dan pencapaian kompetensi peserta.
Farissa mengatakan, keterlibatan BBPKH Cinagara dalam penjaminan mutu pelatihan merupakan bagian dari mandat kelembagaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14 Tahun 2023 tentang Organisasi dan Tata Kerja UPT Lingkup BPPSDMP.
“Mandat tersebut memperkuat posisi BBPKH Cinagara dalam pengembangan kompetensi SDM kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner secara nasional. Melalui kolaborasi dengan berbagai unit teknis, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya, kami terus memperluas akses pengembangan kompetensi SDM peternakan,” ujarnya.
Kolaborasi dalam Pelatihan Calon Inseminator Swadaya Angkatan VI di BIB Lembang menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pelayanan reproduksi ternak dari sisi sumber daya manusia.
Dengan tersedianya inseminator yang kompeten dan tersertifikasi, pelayanan inseminasi buatan di tingkat lapangan diharapkan semakin berkualitas. Pada akhirnya, penguatan kompetensi tersebut dapat mendukung peningkatan populasi, produktivitas, dan mutu genetik ternak, sekaligus memperkuat daya saing peternakan nasional.