Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Cetak Inseminator Profesional, BBPKH Cinagara Kawal Mutu Pelatihan Angkatan V di BIB Lembang

04/08/2026 00:00:00 Admin Satker 20

Lembang – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan peternakan nasional melalui perannya sebagai penjamin mutu pada Pelatihan Calon Inseminator Angkatan V yang diselenggarakan di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Selas (4/8/2026). Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang reproduksi ternak guna mendukung peningkatan populasi, produktivitas, dan mutu genetik ternak Indonesia.

Sebanyak 25 peserta dari Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur mengikuti pelatihan yang dirancang untuk membekali calon inseminator dengan kompetensi teknis sesuai standar nasional. Selain penguasaan keterampilan inseminasi buatan, peserta juga dipersiapkan untuk melanjutkan proses sertifikasi kompetensi sebagai pengakuan atas kemampuan profesionalnya.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, Wulandini Solehah, S.Pt., M.P., didampingi Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) BIB Lembang, drh. Sadirun, M.P. Dalam sambutannya, Wulandini menyampaikan bahwa inseminator merupakan ujung tombak keberhasilan program peningkatan populasi dan perbaikan mutu genetik ternak di lapangan.

"BIB Lembang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BBPKH Cinagara atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menyiapkan SDM peternakan yang kompeten dan profesional. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan peternakan Indonesia," ujarnya.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menegaskan bahwa penjaminan mutu merupakan bagian penting dalam memastikan setiap proses pelatihan berjalan sesuai standar sehingga menghasilkan lulusan yang benar-benar siap menjalankan tugas di lapangan.

"Penjaminan mutu bukan sekadar memastikan pelatihan terlaksana sesuai ketentuan, tetapi memastikan setiap peserta memperoleh kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Melalui kolaborasi dengan BIB Lembang, kami ingin menghasilkan inseminator yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan reproduksi ternak secara optimal. Kami juga mendorong seluruh peserta untuk melanjutkan sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan terhadap kemampuan yang dimiliki," ujar Inneke.

Senada dengan hal tersebut, Widyaiswara BBPKH Cinagara Dr. drh. Dwi Walid Retnawati, M.Sc. menjelaskan bahwa penjaminan mutu merupakan aspek mendasar dalam penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi.

"Pelaksanaan pelatihan dinyatakan sah apabila diselenggarakan oleh instansi pelatihan atau memperoleh penjaminan mutu dari instansi pelatihan yang berwenang. Setelah menyelesaikan pelatihan dasar teknik inseminator, peserta dapat mengikuti sertifikasi kompetensi inseminator sebagai tahapan lanjutan untuk memperoleh pengakuan atas kompetensi yang dimiliki," jelasnya.

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern harus ditopang oleh SDM yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Menurutnya, pelatihan berbasis kompetensi harus terus diperkuat agar mampu menghasilkan tenaga profesional yang siap menjawab tantangan pembangunan pertanian dan peternakan.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, modernisasi pertanian tidak hanya membutuhkan inovasi dan teknologi, tetapi juga SDM yang memiliki kompetensi, profesionalisme, dan kemampuan untuk mengimplementasikan teknologi secara efektif di lapangan.

Melalui sinergi antara BIB Lembang dan BBPKH Cinagara, pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan tenaga inseminator yang kompeten dan tersertifikasi sehingga dapat memperkuat layanan reproduksi ternak, meningkatkan produktivitas peternakan, memperbaiki mutu genetik ternak, serta mendukung percepatan pembangunan peternakan yang berkelanjutan.