Kementan dan PDHI Banten Bersinergi, Cetak Petugas Pengambil Contoh Kesehatan Hewan Profesional
SERANG — Penguatan kompetensi tenaga kesehatan hewan menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem surveilans dan pengendalian penyakit hewan di Indonesia. Hal tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Banten I dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dalam Pelatihan Petugas Pengambil Contoh (PPC) Bidang Kesehatan Hewan di Kota Serang, Banten.
Sebanyak 23 dokter hewan dan paramedik veteriner mengikuti pelatihan yang didukung Dinas Pertanian Provinsi Banten tersebut. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid pada 20–28 Agustus 2026 melalui pembelajaran daring dan tatap muka di Aula UPTD Pelayanan dan Pengujian Veteriner (PPV) Dinas Pertanian Provinsi Banten.
Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan petugas dalam menghasilkan sampel yang tepat, representatif, aman, dan memenuhi standar pemeriksaan laboratorium. Kualitas pengambilan sampel menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ketepatan diagnosis, deteksi dini, serta pengendalian penyakit hewan.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, mengatakan pengambilan contoh merupakan tahapan penting yang tidak dapat dipisahkan dari sistem diagnosis dan surveilans penyakit hewan.
“Pengambilan sampel bukan sekadar mengambil contoh, tetapi merupakan bagian penting dari rangkaian proses diagnosis dan surveilans penyakit hewan. Karena itu, petugas harus memiliki kompetensi yang memadai agar sampel yang dihasilkan benar-benar representatif, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis,” ujar Inneke.
Menurut dia, kualitas hasil pemeriksaan laboratorium sangat dipengaruhi oleh kualitas sampel yang diterima. Karena itu, peningkatan kapasitas PPC tidak hanya menyangkut pemahaman terhadap prosedur, tetapi juga kemampuan menerapkan teknik pengambilan dan penanganan sampel di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkan teknik pengambilan, penanganan, pengemasan, dan distribusi sampel sesuai standar. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting dalam memperkuat surveilans dan pengendalian penyakit hewan,” katanya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi utama dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
“SDM adalah kunci. Kita harus memastikan insan pertanian memiliki kompetensi, keterampilan, dan kemampuan untuk menjawab tantangan di lapangan. Kalau SDM kuat, program pertanian akan semakin kuat,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Peningkatan kompetensi SDM pertanian harus terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pembangunan pertanian. Pelatihan harus memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata di lapangan,” ujar Arsanti.
Menurutnya, penguatan SDM kesehatan hewan memiliki posisi strategis karena berkontribusi terhadap keberhasilan surveilans, pengendalian penyakit, serta perlindungan kesehatan masyarakat dan keamanan produk hewan.
Dalam konteks tersebut, keberadaan PPC yang kompeten menjadi salah satu unsur penting. Petugas tidak hanya dituntut memahami prosedur, tetapi juga mampu memastikan sampel yang diambil dapat memberikan gambaran kondisi kesehatan hewan secara akurat.
Widyaiswara BBPKH Cinagara, Ristaqul Husna Belgania, yang terlibat dalam proses pembelajaran, mengatakan kompetensi PPC harus dibangun melalui perpaduan pengetahuan dan keterampilan praktis.
“PPC harus memahami bahwa kualitas sampel sangat menentukan kualitas hasil pemeriksaan. Karena itu, kompetensi tidak cukup hanya pada pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam keterampilan mengambil, menangani, mengemas, dan mendistribusikan sampel sesuai prosedur,” kata Belga.
Ia menambahkan, pembelajaran yang memadukan teori dan praktik diharapkan membuat peserta lebih siap menghadapi kondisi pengambilan sampel di lapangan, termasuk dalam mendukung penanganan dugaan kasus penyakit hewan.
Kolaborasi BBPKH Cinagara, PDHI Cabang Banten I, Dinas Pertanian Provinsi Banten, dan Balai Veteriner Subang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan hewan secara berkelanjutan.
Dengan meningkatnya kompetensi PPC, pelaksanaan surveilans diharapkan semakin efektif sehingga potensi penyakit hewan dapat dideteksi lebih dini dan ditindaklanjuti secara tepat.