Kementan Percepat Pengembangan 1.000 Hektare Kawasan Pertanian Modern di Muara Telang
BANYUASIN – Pemerintah mempercepat pengembangan kawasan pertanian modern di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Seluas 1.000 hektare lahan disiapkan untuk dikembangkan melalui konsep Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), dengan dukungan investasi dan pengembangan bisnis dari hulu hingga hilir.
Percepatan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Pertanian Modern Muara Telang Banyuasin dan evaluasi progres tindak lanjut pengembangan kawasan yang dipimpin Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty, di Balai Besar Riset dan Pengembangan Pertanian (BBRMP) Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (26/8/2026).
Rapat tersebut mempertemukan pemerintah, koperasi, penyuluh, lembaga riset dan pendidikan, serta dunia usaha untuk memastikan pengembangan kawasan tidak berhenti pada tahap perencanaan. Fokus pembahasan diarahkan pada percepatan investasi, penguatan kelembagaan koperasi, penyediaan sarana pendukung pertanian, hingga hilirisasi hasil produksi.
Potensi Muara Telang terbilang besar. Koperasi Tuah Selebar Daun saat ini mengelola sekitar 4.000 hektare lahan reguler, sementara 1.000 hektare lainnya diproyeksikan menjadi kawasan pengembangan PM-AAS.
Kawasan tersebut didorong berkembang menjadi ekosistem agribisnis terintegrasi. Bukan hanya soal produksi tanaman pangan, tetapi juga mencakup mekanisasi, pengolahan hasil, peternakan, bengkel, SPBU, hingga industri dan hilirisasi.

Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty mengatakan pertanian modern membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kemampuan membangun kolaborasi antara pemerintah, petani, koperasi, dunia usaha, dan sumber daya manusia.
“Pertanian modern membutuhkan kolaborasi yang kuat. Teknologi, kelembagaan petani, sarana pendukung, dan kapasitas sumber daya manusia harus bergerak bersama agar produktivitas meningkat dan manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” ujar Inneke.
Ia menilai Muara Telang memiliki peluang untuk menjadi model kawasan pertanian modern yang menghubungkan produksi dengan pengolahan dan hilirisasi. Dengan model tersebut, nilai tambah hasil pertanian diharapkan tidak berhenti di tingkat produksi, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat lebih besar bagi petani.
Pengembangan kawasan ini sejalan dengan arah kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mendorong transformasi pertanian melalui modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.
“Pertanian modern harus mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kita ingin pertanian Indonesia semakin maju, efisien, dan memiliki daya saing,” ujar Amran.
Namun, modernisasi pertanian tidak akan berjalan tanpa SDM yang siap mengoperasikan dan mengelola teknologi. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsantimenekankan pentingnya penguatan kompetensi penyuluh, petani, dan kelembagaan ekonomi di kawasan pertanian modern.
“Teknologi dan mekanisasi harus diikuti dengan SDM yang kompeten. Penyuluh, petani, pengelola koperasi, dan seluruh pelaku usaha pertanian harus memiliki kemampuan untuk mengelola pertanian modern secara profesional,” ujar Idha.

Di sisi lain, peluang investasi mulai dibuka untuk memperkuat ekosistem usaha di Muara Telang. Albert Simangungsong dari ILUNI-UI menyampaikan ketertarikan untuk mendukung pengembangan kawasan melalui sejumlah sektor usaha.
“Muara Telang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian modern yang terintegrasi. Peluang kerja sama tidak hanya pada satu sektor, tetapi dapat mencakup SPBU, RMU, alsintan, pengolahan hasil, hingga unit usaha lainnya,” ujar Albert.
ILUNI-UI menawarkan sejumlah bentuk dukungan, mulai dari pembangunan dan pengelolaan SPBU, penyediaan alat dan mesin pertanian dengan skema kredit 0 persen, hingga pembangunan dan pengelolaan Rice Milling Unit (RMU) yang terhubung dengan pengemasan dan pemasaran hasil.
Bagi Koperasi Tuah Selebar Daun, masuknya investasi diharapkan dapat memperbesar skala usaha sekaligus menjawab kebutuhan sarana pendukung pertanian. Koperasi menyatakan siap mendukung program pengembangan kawasan pertanian modern dan terbuka terhadap kerja sama dengan investor, dengan tetap mengedepankan penggunaan tenaga kerja lokal.
Salah satu perhatian utama adalah pengembangan SPBU untuk menopang kebutuhan bahan bakar kegiatan pertanian di Muara Telang. Koperasi sebelumnya juga telah memproses rencana pembangunan SPBU dan saat ini memiliki lahan sekitar 4.354 meter persegi yang tengah dipersiapkan.
Pengembangan Muara Telang pun diarahkan bukan sekadar menjadi kawasan produksi pangan, melainkan kawasan agribisnis yang terintegrasi. Produksi, mekanisasi, koperasi, investasi, pengolahan, hingga hilirisasi diharapkan bergerak dalam satu ekosistem.
Jika target tersebut terealisasi, Muara Telang berpeluang menjadi salah satu contoh bagaimana kawasan pertanian dapat ditransformasikan menjadi sentra agribisnis modern yang lebih produktif, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi petani serta masyarakat sekitar.