Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Bangun SDM Veteriner Kompeten, BBPKH Cinagara Resmi Jalin Kerja Sama dengan Balai Veteriner Bukittinggi

03/09/2026 15:37:00 Admin Satker 19

BUKITTINGGI – Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara terus memperkuat perannya dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui sinergi lintas unit kerja Kementerian Pertanian. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Veteriner Bukittinggi dalam bidang peningkatan kapasitas SDM kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.

Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, bersama Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Tangguh Pitona, pada Kamis (3/9/2026), bertepatan dengan momentum peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi, sumber daya, serta keahlian yang dimiliki kedua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan program pengembangan kompetensi yang semakin relevan dengan kebutuhan di lapangan, khususnya dalam menghadapi tantangan pengendalian penyakit hewan, penguatan surveilans, keamanan pangan asal hewan, hingga mitigasi risiko zoonosis.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian. Menurutnya, peningkatan kompetensi SDM harus berjalan seiring dengan modernisasi pertanian agar mampu menjawab tantangan dan meningkatkan produktivitas serta daya saing sektor pertanian nasional.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya kolaborasi antarunit kerja dalam mempercepat peningkatan kompetensi SDM pertanian.

Menurutnya, pengembangan SDM tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan sinergi antara lembaga pelatihan, unit teknis, serta pemangku kepentingan terkait agar kompetensi yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan pembangunan pertanian.

“Kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam mempercepat peningkatan kompetensi SDM pertanian. Lembaga pelatihan dan unit teknis harus saling menguatkan sehingga pengetahuan, teknologi, dan pengalaman di lapangan dapat ditransformasikan menjadi kompetensi yang aplikatif,” ujar Arsanti.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi SDM merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun sektor peternakan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

“Peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci dalam memperkuat sistem kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner. BBPKH Cinagara berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kompetensi SDM melalui pelatihan yang aplikatif, berbasis kebutuhan, dan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi,” ujar Inneke.

Menurutnya, kolaborasi dengan Balai Veteriner Bukittinggi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang saling memperkuat antarunit kerja Kementerian Pertanian.

“Melalui kerja sama ini, kami dapat mengoptimalkan keahlian, pengalaman, dan sumber daya yang dimiliki masing-masing unit. Harapannya, tenaga kesehatan hewan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi teknis yang kuat, tetapi juga mampu merespons berbagai tantangan kesehatan hewan secara cepat, tepat, dan profesional,” jelasnya.

Ruang lingkup kerja sama antara BBPKH Cinagara dan Balai Veteriner Bukittinggi meliputi penyelenggaraan bimbingan teknis dan pelatihan, penguatan kompetensi laboratorium kesehatan hewan, peningkatan kapasitas peternak dan paramedik veteriner, penyusunan program dan kurikulum pelatihan terapan, fasilitasi tenaga ahli, hingga pertukaran informasi dan teknologi di bidang veteriner.

Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Tangguh Pitona, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, tantangan pengendalian penyakit hewan menular dan tuntutan terhadap jaminan keamanan pangan asal hewan membutuhkan dukungan SDM yang kompeten serta adaptif terhadap perkembangan teknologi diagnostik.

“Sinergi ini menjadi langkah konkret kami dalam memperkuat kompetensi aparatur maupun SDM pertanian. Melalui transfer pengetahuan dan pelatihan terstruktur bersama BBPKH Cinagara, kami optimistis pelayanan veteriner dan surveilans penyakit hewan di wilayah kerja Balai Veteriner Bukittinggi akan semakin optimal,” ujar Tangguh.

Melalui penandatanganan PKS ini, BBPKH Cinagara menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari penguatan kapasitas SDM pertanian nasional. Sebagai UPT yang memiliki mandat dalam pengembangan kompetensi di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, BBPKH Cinagara akan terus mendorong terwujudnya kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan di sektor peternakan.