Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Semarak Kemerdekaan BBPKH Cinagara, Perkuat Literasi Keamanan Pangan: Daging Aman, Keluarga Nyama

13/08/2026 15:50:00 Admin Satker 19

BOGOR — Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara diisi dengan penguatan literasi keamanan pangan melalui kegiatan WinDay (One Day Million Skills) bertajuk “Salah Simpan = Bahaya! Kupas Tuntas Rahasia Daging Aman”.

Kegiatan yang digelar di Aula Cendrawasih BBPKH Cinagara, Rabu (12/8/2026), diikuti sekitar 70 peserta secara langsung dan 268 peserta melalui siaran langsung YouTube BBPKH Cinagara. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat sekitar BBPKH Cinagara, Dharma Wanita, guru SD dan Madrasah Ibtidaiyah, mahasiswa Polbangtan hingga peserta magang.

Kegiatan ini sejalan dengan arah pembangunan pertanian yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan jaminan pangan yang aman sebagai bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya membangun sektor pertanian yang kuat dari hulu hingga hilir, termasuk memastikan produk pangan yang dihasilkan aman, bermutu, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar peningkatan produksi pangan berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran terhadap keamanan pangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia tidak berhenti pada pelaku utama dan pelaku usaha pertanian, tetapi juga perlu menjangkau masyarakat sebagai konsumen.

“Transfer pengetahuan harus memberikan manfaat nyata dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi mengenai pangan asal hewan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang semakin sadar terhadap mutu dan keamanan pangan,” ujarnya.

Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty mengatakan, kegiatan WinDay merupakan salah satu bentuk komitmen BBPKH Cinagara dalam memperluas jangkauan edukasi dan berbagi pengetahuan kepada masyarakat.

“Melalui WinDay, kami ingin memastikan pengetahuan yang dimiliki para tenaga ahli di BBPKH Cinagara dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Tema daging aman kami pilih karena sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga,” kata Inneke.

Menurutnya, keamanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pelaku usaha, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pengetahuan sederhana mengenai cara memilih, menangani, menyimpan, dan mengolah daging dapat menjadi langkah penting untuk mencegah risiko pangan yang tidak aman.

Dalam kegiatan tersebut, dua widyaiswara BBPKH Cinagara, Dwi Windiana, dan  Heris Kustiningsih, hadir sebagai narasumber untuk membedah berbagai aspek keamanan daging yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

drh. Dwi Windiana menjelaskan bahwa kesalahan dalam penyimpanan daging dapat berdampak pada kualitas dan keamanan produk. Karena itu, masyarakat perlu memahami prinsip dasar penanganan pangan asal hewan sejak daging dibeli hingga siap dikonsumsi.

“Daging merupakan bahan pangan yang mudah mengalami perubahan apabila tidak ditangani dengan benar. Karena itu, masyarakat perlu memahami bagaimana menjaga kebersihan, suhu, waktu penyimpanan, serta mencegah terjadinya kontaminasi silang,” jelas Dwi.

Sementara itu, Heris Kustiningsih menekankan bahwa keamanan pangan harus dipahami sebagai rangkaian proses, bukan hanya dilihat dari kondisi daging ketika dibeli.

“Daging yang terlihat baik belum tentu aman apabila proses penanganan dan penyimpanannya tidak tepat. Prinsip keamanan pangan harus diterapkan secara konsisten mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga penyajiannya,” ujar Heris.

Bagi BBPKH Cinagara, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelatihan dan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diterapkan dan disebarluaskan kembali di lingkungan keluarga dan masyarakat.