Muratara Tancap Gas, Brigade Pangan Percepat Tanam Genjot Produksi Nasional
MUSI RAWAS UTARA — Gerakan Tanam Serempak digelar di lahan Brigade Pangan (BP) Sejahtera Bersama, Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Jumat (21/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat musim tanam, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, dan meningkatkan indeks pertanaman untuk mendukung produksi pangan nasional.
Gerakan tanam tersebut dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Pengelolaan Irigasi Hendri Sosiawan, Kepala BBPKH Cinagara sekaligus Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Sumatera Selatan Inneke Kusumawaty, Kepala SMK-PP Negeri Sembawa, jajaran penyuluh pertanian Sumatera Selatan, Staf Ahli Bupati Muratara, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Muratara beserta jajaran, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muratara, Danramil 0406, tim kerja terkait, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta petani yang tergabung dalam Brigade Pangan Sejahtera Bersama.
Sebagai PJ Brigade Pangan Sumatera Selatan, Inneke hadir mendampingi dan mengawal kunjungan Tenaga Ahli Menteri Pertanian sekaligus memastikan pelaksanaan gerakan tanam berjalan sesuai dengan agenda percepatan tanam dan penguatan Brigade Pangan di daerah.
Penanaman dilakukan secara serempak menggunakan metode Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Metode tersebut diterapkan untuk meningkatkan efisiensi budidaya, mempercepat proses tanam, dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan.
Selain aspek budidaya, pengawalan juga dilakukan terhadap kesiapan tata kelola irigasi. Hendri mengatakan ketersediaan dan distribusi air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan tanam serta meningkatkan indeks pertanaman.
“Ketersediaan dan distribusi air yang optimal menjadi faktor penting dalam meningkatkan indeks pertanaman serta menjaga keberlanjutan produksi di lahan Brigade Pangan,” kata Hendri.
Menurut Hendri, pengelolaan irigasi perlu diselaraskan dengan kalender tanam dan kondisi lahan sehingga air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif. Karena itu, koordinasi antara pemerintah, petugas teknis, penyuluh, dan petani perlu terus diperkuat.
Percepatan tanam tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian yang menempatkan optimalisasi lahan dan peningkatan indeks pertanaman sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi pangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta seluruh jajaran pertanian mempercepat pelaksanaan tanam dan memastikan lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kita harus bergerak cepat. Lahan yang tersedia harus segera ditanami dan dimanfaatkan secara optimal. Semakin cepat tanam, semakin besar peluang kita meningkatkan produksi dan memperkuat swasembada pangan,” ujar Amran.
Mentan Amran juga menekankan pentingnya kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, penyuluh, petani, serta Brigade Pangan. Menurutnya, percepatan tanam harus didukung dengan ketersediaan infrastruktur, mekanisasi, teknologi, irigasi, dan pendampingan agar peningkatan produksi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Penguatan pendampingan di tingkat petani juga menjadi perhatian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mendorong jajaran pertanian di daerah meningkatkan koordinasi dan mempercepat pelaksanaan tanam.
“Koordinasi harus terus ditingkatkan, kegiatan tanam perlu dipercepat, dan pendampingan kepada petani dilakukan secara intensif. Penyuluh harus memastikan program pemerintah dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi petani,” ujar Arsanti.
Menurut Arsanti, penyuluh memiliki peran penting dalam mengawal pelaksanaan program di tingkat lapangan, mulai dari persiapan tanam hingga proses produksi. Pendampingan tersebut juga diperlukan untuk memastikan petani dapat memanfaatkan dukungan pemerintah secara tepat.
Dalam pengawalan Brigade Pangan, BBPKH Cinagara memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada penyuluh dan pengelola Brigade Pangan. Pembinaan diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan bantuan pemerintah untuk mendukung percepatan tanam serta penguatan tata kelola dan pencatatan keuangan Brigade Pangan.
Inneke mengungkapkan, percepatan produksi harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang baik agar dukungan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal dan dipertanggungjawabkan.
“Brigade Pangan tidak hanya dituntut mampu mempercepat tanam dan meningkatkan produksi, tetapi juga harus memiliki tata kelola yang baik. Karena itu, pendampingan kepada penyuluh dan pengelola Brigade Pangan terus dilakukan, termasuk dalam optimalisasi bantuan pemerintah serta pencatatan dan pengelolaan keuangan,” ujar Inneke.
Ia menambahkan, penguatan koordinasi antara penyuluh, petani, pemerintah daerah, dan Brigade Pangan diperlukan untuk memastikan program percepatan tanam berjalan sesuai target.
Melalui langkah tersebut, pemerintah mendorong Brigade Pangan tidak hanya menjadi pelaksana percepatan tanam, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan sistem produksi pangan yang produktif, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.