Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Lima Hari Digembleng, 30 Peserta Tangerang Selatan Siap Kembangkan Agribisnis Peternakan

18/09/2026 16:08:00 Admin Satker 5

BOGOR – Pengembangan usaha peternakan di tengah tuntutan peningkatan produktivitas dan nilai tambah membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan. Regenerasi pelaku usaha peternakan menjadi penting agar sektor ini mampu berkembang sebagai usaha yang produktif, adaptif, dan memiliki daya saing.

Semangat tersebut menjadi bagian dari pelatihan agribisnis peternakan yang digelar Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan. Selama lima hari, sebanyak 30 peserta mendapatkan pembekalan untuk mengembangkan usaha peternakan dengan pendekatan agribisnis.

Pelatihan resmi ditutup oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, Jumat (18/9/2026). Penutupan tersebut menjadi momentum bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengembangan usaha masing-masing.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam pembangunan pertanian. Menurutnya, kemajuan sektor pertanian membutuhkan SDM yang kompeten dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta dinamika usaha.

“Kemajuan pertanian bergantung pada kualitas SDM. Karena itu, kami berkomitmen meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan pendidikan yang berkualitas,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan.

“Pembangunan pertanian dimulai dari penguatan kualitas sumber daya manusianya melalui edukasi dan pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan,” ujar Arsanti.

Terkait hal tersebut Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty juga mengungkapkan agribisnis peternakan membutuhkan pelaku usaha yang mampu melihat peluang dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

“Kementerian Pertanian menaruh harapan besar di pundak Saudara sekalian. Jadilah agen perubahan, jadilah peternak milenial dan wirausahawan agribisnis yang tangguh. Jangan hanya memikirkan keuntungan pribadi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian di wilayah masing-masing,” ujar Inneke saat menutup pelatihan.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama lima hari tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan oleh peserta di lingkungan masing-masing.

“Pelatihan ini bukan akhir dari proses belajar. Justru setelah kembali ke lingkungan masing-masing, ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan, dikembangkan, dan memberikan manfaat bagi usaha serta masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan, Putri Inayatullah, berharap pelatihan tersebut memberikan bekal yang bermanfaat bagi peserta dalam mengembangkan usaha.

“Kami berharap melalui pelatihan ini para peserta mendapatkan pengetahuan dan ilmu yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha agribisnis di bidang peternakan. Semoga ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dan memberikan manfaat dalam pengembangan usaha masing-masing,” ujar Putri.

Menurut Putri, kerja sama dengan BBPKH Cinagara menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan usaha peternakan melalui peningkatan kapasitas masyarakat.

Kolaborasi BBPKH Cinagara dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangerang Selatan diharapkan dapat terus berlanjut melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor peternakan.

Dengan berakhirnya pelatihan, 30 peserta diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh ke dalam praktik usaha, sehingga dapat mendorong berkembangnya agribisnis peternakan sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.