Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Tinjau Irigasi di Musi Rawas, Pemerintah Identifikasi Jaringan yang Perlu Direhabilitasi

19/08/2026 00:00:00 Admin Satker 9

MUSI RAWAS — Pemerintah meninjau kondisi jaringan irigasi di Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, untuk memastikan ketersediaan dan distribusi air bagi lahan pertanian. Peninjauan dilakukan Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Pengelolaan Irigasi, Hendri Sosiawan, Rabu (19/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Hendri didampingi Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty, serta jajaran terkait. Peninjauan difokuskan pada kondisi jaringan irigasi, suplai air, serta sejumlah saluran yang dinilai membutuhkan perbaikan dan rehabilitasi.

Jaringan irigasi tersebut mengairi lahan pertanian di lima desa, yakni Tanah Priuk, Air Satan, Satan Indah Jaya, Air Lesing, dan Suro. Selain meninjau kondisi fisik jaringan, rombongan berdialog dengan Koordinator Penyuluh (Korluh), penyuluh pertanian, petugas PUPR, dan petani penerima manfaat.

Dialog dengan para pengguna jaringan irigasi dilakukan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai pola distribusi air dan kendala yang dihadapi petani. Temuan di lapangan selanjutnya menjadi bahan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan.

Hendri mengatakan, peninjauan lapangan diperlukan agar penanganan jaringan irigasi dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan kebutuhan petani.

“Yang kita lihat bukan hanya kondisi fisik saluran, tetapi juga bagaimana air didistribusikan sampai ke lahan petani. Titik-titik yang mengalami kendala harus diidentifikasi secara jelas agar penanganannya tepat sasaran,” kata Hendri.

Menurut dia, persoalan irigasi tidak dapat ditangani secara parsial. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, instansi teknis, penyuluh, dan petani diperlukan untuk memastikan jaringan irigasi dapat berfungsi secara optimal.

“Koordinasi akan terus dilakukan untuk mendorong percepatan penanganan jaringan yang membutuhkan rehabilitasi. Infrastruktur irigasi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Penanganan irigasi menjadi bagian penting dari agenda pemerintah dalam memperkuat produksi pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, ketersediaan air merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kalau air tersedia, produksi akan meningkat. Karena itu, irigasi menjadi salah satu kunci dalam memperkuat produksi pangan nasional,” ujar Amran.

Menurut Amran, pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian perlu dilakukan secara terintegrasi dengan dukungan sarana produksi, teknologi, serta sumber daya manusia pertanian. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah juga diperlukan agar intervensi pembangunan dapat memberikan dampak langsung bagi petani.

Dalam pelaksanaannya, penyuluh pertanian memiliki peran penting untuk memastikan kebijakan dan program pemerintah dapat diterjemahkan sesuai kondisi di lapangan. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan penyuluh merupakan salah satu mata rantai penting dalam pembangunan pertanian.

“Penyuluh memiliki posisi strategis karena berada langsung bersama petani. Informasi mengenai kondisi di lapangan, termasuk persoalan irigasi, harus dapat disampaikan secara cepat sehingga menjadi bahan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan,” kata Idha.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas penyuluh dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar program pembangunan pertanian berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan petani.

Sementara itu, Kepala BBPKH Cinagara Inneke Kusumawaty mengatakan pendampingan dalam kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi program pertanian berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

“Peninjauan langsung memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan yang dihadapi petani. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas teknis, penyuluh, dan petani, diharapkan langkah penanganan dapat lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan,” ujar Inneke.

Dengan jaringan irigasi yang berfungsi optimal dan distribusi air yang lebih terjamin, produktivitas lahan diharapkan meningkat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.